RBN || Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk mendorong penyediaan ruang laktasi di seluruh fasilitas publik maupun perkantoran di Jakarta.
Pram, sapaan akrabnya, mengakui ketersediaan ruang laktasi di sejumlah kantor dan fasilitas publik di ibu kota masih belum optimal. Sebab itu, Pemprov DKI Jakarta akan terus mendorong penyediaan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya mempertahankan Jakarta sebagai kota ramah anak.
“Saya juga mendapatkan banyak masukan untuk ruang laktasi di kantor-kantor terutama dan juga fasilitas publik yang dimiliki oleh Jakarta, memang belum secara optimal,” ujar Pramono, Senin (20/7).
Meski demikian, Pramono mencontohkan Perpustakaan Nyi Ageng Serang yang telah memiliki ruang laktasi dengan fasilitas yang memadai. Menurutnya, keberadaan ruang laktasi merupakan salah satu standar yang perlu dipenuhi seiring transformasi Jakarta menjadi kota global.
“Sebagai kota global tentunya kami juga mempersiapkan itu,” katanya.
Pramono menegaskan, ke depan penyediaan ruang laktasi akan menjadi bagian yang didorong dalam setiap pembangunan maupun pengelolaan ruang publik di Jakarta. Sehingga setiap fasilitas publik diharapkan menyediakan ruang laktasi bagi ibu menyusui.
“Jadi untuk ruang laktasi akan menjadi gerakan bagi siapa pun yang ingin membuka ruang publik, maka ruang laktasi juga dipersiapkan. Karena Jakarta sekali lagi harus menjadi provinsi yang ramah, nyaman bagi anak-anak,” tandasnya.
____________________
sumber: berita jakarta











