RBN || Jakarta
Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, angkat bicara untuk meluruskan rumor yang mengaitkan dirinya dengan konflik internal bersama mantan pelatih Los Blancos, Xabi Alonso. Pemain tim nasional Inggris itu dengan tegas membantah kabar yang menyebut ketegangan di ruang ganti sebagai penyebab kepergian Alonso dari kursi kepelatihan Real Madrid.
Spekulasi tersebut mencuat setelah Xabi Alonso resmi meninggalkan Real Madrid pada awal Januari 2026, kurang dari delapan bulan sejak ditunjuk sebagai pelatih. Keputusan klub berpisah dengan Alonso diambil usai kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol, yang memicu berbagai asumsi dan rumor di media.
Bellingham menilai pemberitaan tersebut tidak berdasar dan menyesatkan. Ia mengaku kecewa karena namanya diseret dalam narasi yang menurutnya sama sekali tidak mencerminkan kenyataan. “Saya sudah terlalu sering membiarkan hal-hal seperti ini berlalu dengan harapan kebenaran akan muncul pada waktunya. Namun jujur saja, ini omong kosong,” ujar Bellingham dengan nada tegas.
Pemain berusia 22 tahun itu juga mengkritik keras pihak-pihak yang menyebarkan rumor tanpa verifikasi. Ia menyayangkan masih banyak orang yang mudah mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas. Menurutnya, praktik semacam itu tidak hanya merugikan individu, tetapi juga merusak integritas dunia olahraga.
Lebih jauh, Bellingham menyerukan agar media menjalankan perannya secara lebih bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penyajian berita, terutama di era digital yang kerap mengedepankan klik dan sensasi dibandingkan akurasi.
Xabi Alonso sendiri meninggalkan Real Madrid dengan catatan yang sebenarnya tidak buruk. Di bawah asuhannya, klub mencatat persentase kemenangan mencapai 70,6 persen dan sempat bertengger di posisi kedua klasemen La Liga, hanya terpaut empat poin dari Barcelona. Meski demikian, manajemen klub memilih mengambil langkah tegas demi arah jangka panjang tim.
Pernyataan Bellingham menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap sepak bola profesional, kebenaran dan tanggung jawab tetap menjadi nilai utama. Ia berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri spekulasi dan mengembalikan fokus publik pada prestasi di atas lapangan, bukan rumor yang tak berdasar.
Sumber: Liputan6











