RBN || Surabaya
Polisi berhasil menangkap tiga pelaku pembacokan yang diduga merupakan bagian dari kelompok gangster setelah melakukan aksi kekerasan terhadap dua pemuda di Jalan Dupak, Surabaya, pada malam takbiran Idulfitri 2026, di mana penangkapan dilakukan di kawasan Kampung Sentong, Margomulyo, setelah sebelumnya aparat melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus yang sempat meresahkan masyarakat tersebut.
Ketiga pelaku yang diamankan diketahui berinisial PR (21), TF (18), dan RA (20), sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku diketahui berkumpul sejak siang hari sambil mengonsumsi minuman keras sebelum akhirnya berkeliling mencari sasaran secara acak di malam hari, aksi pembacokan terjadi ketika korban yang melintas dianggap melakukan pelanggaran lalu lintas dengan melawan arus, yang kemudian memicu emosi para pelaku hingga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis celurit.
Peristiwa ini disebut tidak dilatarbelakangi dendam pribadi melainkan lebih kepada aksi spontan akibat pengaruh alkohol dan kondisi emosional yang tidak stabil, dalam aksinya para pelaku bergerak menggunakan dua sepeda motor dengan masing-masing ditumpangi tiga orang, menunjukkan adanya pola aksi kelompok yang terorganisir meskipun tidak saling mengenal sebelumnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis, sementara itu pihak kepolisian juga mengamankan seorang anak di bawah umur yang berada di lokasi kejadian sebagai saksi karena diduga dipaksa ikut oleh para pelaku namun tidak terlibat langsung dalam aksi kekerasan.
Aparat kepolisian menegaskan akan terus memburu sisa pelaku yang belum tertangkap serta mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan kelompok tertentu, mengingat indikasi afiliasi terlihat dari atribut yang digunakan para pelaku.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan serius terhadap maraknya aksi kekerasan jalanan yang melibatkan remaja dan pengaruh minuman keras, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu konflik di ruang publik.
Sumber: Jawa Pos











