Ledakan di Alun-alun Dadaha Tasikmalaya Picu Kepanikan, Eks Napiter Diamankan Polisi

  • Share
Foto: Kompas.com

RBN || Tasikmalaya

Ledakan yang terjadi di sekitar gerobak pedagang kaki lima di trotoar depan Alun-alun Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Sabtu (11/7) malam, sempat membuat pengunjung dan warga sekitar panik. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh mantan narapidana terorisme (napiter) berinisial A yang terlibat cekcok dan perkelahian dengan sesama pedagang.

Menurut keterangan saksi mata, Deni (47), perkelahian terjadi antara pelaku yang berjualan es teh dengan seorang pedagang bakso goreng yang berjualan di sampingnya. Warga dan pedagang lain sempat melerai pertikaian tersebut sebelum tiba-tiba terdengar suara ledakan yang cukup keras hingga memecahkan lampu trotoar.

Meski menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Aparat kepolisian segera mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku setelah kejadian.

Pada Minggu (12/7), tim gabungan Brimob, Polda Jawa Barat, dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menangkap pelaku di kediamannya di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan bahan peledak serta beberapa buku bacaan.

Warga sekitar, Nurdin (54), menyebut pelaku merupakan mantan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang telah menjalani pembinaan dan sehari-hari bekerja sebagai pedagang es teh di kawasan Dadaha. Menurutnya, pelaku juga dikenal memiliki kemampuan membuat petasan yang kerap dijual saat momen tertentu.

Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif dan memastikan jenis bahan yang menyebabkan ledakan tersebut. Polisi juga terus mendalami keterkaitan barang bukti yang ditemukan dengan aktivitas pelaku.

Sumber: Kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *