Uni Eropa Perkuat Pertahanan Dagang untuk Hadapi Lonjakan Produk China

  • Share
Bendera Uni Eropa. (Foto: Jana Rodenbusch/Reuters)

RBN || Brussels

Uni Eropa (UE) sepakat memperkuat sistem pertahanan perdagangan guna menghadapi lonjakan ekspor China yang dinilai berpotensi mengancam industri Eropa. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan para pemimpin UE di Brussels, Kamis (18/6/2026).

Langkah tersebut diambil di tengah kekhawatiran meningkatnya ketergantungan Eropa terhadap China. Pada tahun lalu, defisit perdagangan barang UE dengan China tercatat mencapai sekitar 360 miliar euro atau setara 413 miliar dolar AS.

Meski ingin memperkuat perlindungan industri dalam negeri, para pemimpin UE tetap mendorong dialog dengan Beijing. Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan Komisi Eropa diminta terus menjalin dialog yang konstruktif dengan mitra ekonomi utama sekaligus mengembangkan instrumen pertahanan perdagangan yang lebih kuat.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menekankan pentingnya menjaga hubungan yang seimbang dengan China.

“Kita membutuhkan teman, membutuhkan hubungan yang seimbang, perlu bersikap pragmatis, dan membangun jembatan dengan ekonomi besar maupun calon mitra seperti China,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendorong pembentukan instrumen perdagangan baru untuk melindungi kepentingan ekonomi Eropa.

Uni Eropa menilai perusahaan-perusahaan China memperoleh keuntungan lebih besar karena dukungan subsidi pemerintah yang tinggi. Karena itu, blok tersebut berupaya memperkuat daya saing industrinya tanpa mengorbankan hubungan dagang dengan China.

Sumber: France24

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *