RBN || Jakarta
Kasus laboratorium vape berisi narkoba di Jakarta Timur berhasil diungkap oleh kepolisian setelah adanya kecurigaan dari seorang pengemudi ojek online terhadap paket yang akan dikirim. Peran masyarakat dalam hal ini menjadi kunci awal terbongkarnya praktik penyalahgunaan narkotika dengan modus baru melalui perangkat vape.
Pengungkapan ini bermula ketika driver ojol merasa ada kejanggalan pada paket yang dibawanya, sehingga memutuskan untuk melaporkannya ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap isi paket.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang mencurigakan yang diduga kuat merupakan narkotika. “Setelah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan oleh personel Subdit IV didapatkan 13 bungkus cartridge warna hitam berlogo ‘MAFIA’ diduga bersisi cairan etomidate dan 1 bungkus bening yang diduga berisi sabu,” katanya.
Selanjutnya, aparat melakukan pengembangan kasus dengan melakukan penyamaran untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Upaya ini mengarah pada sebuah lokasi yang diduga sebagai tempat produksi atau laboratorium vape narkoba di wilayah Jakarta Timur.
Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan berbagai barang bukti serta mengidentifikasi pelaku yang terlibat. Kasus ini menunjukkan bahwa modus peredaran narkoba terus berkembang, sehingga kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk membantu aparat dalam memberantas kejahatan serupa.
Sumber: Detik News











