RBN || Aceh Utara
Pemerintah pusat diminta segera membangun jembatan permanen di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Pasalnya sejak akses putus akibat banjir besar November 2025 lalu, masyarakat harus mengandalkan rakit sebagai alat transportasi penyeberangan menuju pusat kota kecamatan.
“Kami sangat memohon kepada pemerintah pusat melalui Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk segera membangun jalan dan jembatan yang rusak di Kecamatan Sawang,” kata Anggota DPRK Aceh Utara, Amiruddin saat dikonfirmasi AJNN, Ahad, 12 April 2026.
Dia mengatakan jika masyarakat terus mengandalkan rakit sebagai alat penyeberangan, maka sangat berisiko terhadap keselamatan mereka khususnya para pelajar yang pergi sekolah setiap hari demi menempuh pendidikan.
Amir mengakui beberapa waktu lalu sudah dibangun jembatan darurat sebagai akses sementara bagi penduduk empat gampong di Kecamatan Sawang yakni Gampong Lhok Cut, Kubu, Blang Cut dan Sawang. Namun, jembatan darurat tersebut putus ketika Krueng Sawang meluap beberapa waktu lalu.
“Debit air sungai Krueng Sawang cukup tinggi akibat hujan deras melanda Aceh Utara, menyebabkan jembatan darurat kembali tergerus, dan jalan penghubung atarkabupaten juga putus,” kata Amir.
Selain empat gampong tersebut, ada sejumlah titik lain cukup memperihatinkan yakni akses jalan serta jembatan Riseh Teungoh menuju Cot Calang, serta jembatan Rabong Payong ke Lhok Bayu.
Sebelumnya diberitakan, salah seorang pelajar, Zuraini (19), mengaku harus menggunakan rakit setiap hari untuk menyeberangi Krueng Sawang agar dapat bersekolah di SMA Negeri 1 Sawang.
“Sedikit takut harus menggunakan rakit setiap hari. Kalau arus sungainya deras, rakit sering goyang karena tidak seimbang,” kata Zuraini kepada AJNN, Sabtu, 11 April 2026.
Ia menambahkan, saat debit air surut, dirinya bersama teman-teman terkadang memilih menyeberang dengan berjalan kaki menggunakan pelampung. Meski berisiko, mereka saling berpegangan agar bisa sampai ke seberang demi melanjutkan pendidikan.
Zuraini berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan serta membangun jembatan permanen untuk memudahkan aktivitas warga, khususnya pelajar.
“Kami di sini sangat susah untuk sekolah. Harapannya jalan segera diperbaiki dan dibangun jembatan permanen,” kata Zuraini.
sumber : AJNN











