RBN || Moskow
Mantan Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Pavel Popov, dijatuhi hukuman 19 tahun penjara oleh pengadilan militer di Moskow atas kasus korupsi. Putusan tersebut dilaporkan oleh media pemerintah Rusia pada Jumat (10/4/2026).
Kasus yang menjerat Popov, yang ditangkap pada 2024, berkaitan dengan aktivitas bisnis di sebuah taman besar di Moskow yang kerap dijuluki sebagai “Disneyland militer” Rusia.
Taman tersebut, Patriot Park, merupakan proyek dari mantan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu. Kawasan ini dibangun untuk menumbuhkan rasa nasionalisme generasi muda dengan menampilkan berbagai persenjataan Soviet dan Rusia. Di dalamnya terdapat lapangan tembak, pangkalan udara, museum, pusat konferensi, serta Katedral Angkatan Bersenjata Rusia berwarna khaki yang menampilkan mosaik prajurit Soviet dan Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin juga disebut turut menyumbangkan dana pribadi untuk pembuatan ikon utama di gereja tersebut, sebagaimana disampaikan Kremlin.
Dalam kasus ini, Popov bertanggung jawab atas pengembangan dan pemeliharaan Patriot Park. Namun, penyelidikan menemukan bahwa ia menyalahgunakan anggaran dengan mengalihkan dana untuk merenovasi properti pribadinya di wilayah Moskow.
Menurut kantor berita pemerintah Ria Novosti, Popov menggelapkan lebih dari 25 juta rubel (sekitar 324 ribu dolar AS) dari anggaran taman tersebut.
Popov membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Kuasa hukumnya menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
Selain hukuman penjara, Popov juga dikenai denda sebesar 85 juta rubel (sekitar 1,1 juta dolar AS).
Dalam kasus yang sama, Popov didakwa bersama direktur Patriot Park dan Mayor Jenderal Vladimir Shesterov, yang merupakan deputi di departemen inovasi Kementerian Pertahanan. Keduanya juga dijatuhi hukuman penjara masing-masing selama enam dan lima tahun.
Kasus ini merupakan bagian dari penyelidikan besar-besaran terhadap dugaan penyalahgunaan jabatan di tubuh militer Rusia. Setidaknya belasan pejabat yang memiliki keterkaitan dengan mantan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu turut terseret dalam investigasi tersebut.
Popov sendiri menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Rusia sejak 2013 hingga akhirnya diberhentikan melalui dekret presiden pada Juni 2024.
Sumber: ABC News











