RBN || Sentani
Pihak Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Jayapura, Papua mengingatkan pelanggan yang telah menunggak pembayaran tagihan air bersih selama tiga bulan, untuk segera melunasinya.
Kepala Seksi Teknis PDAM Jayapura, Nasrun Adam mengatakan pihak perusahaan telah menyampaikan pemberitahuan kepada pelanggan yang menunggak selama tiga bulan. Jika tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan pembayaran mereka, maka akan dilakukan penyegelan atau pemutusan sambungan.
Menurutnya, jumlah pelanggan di Cabang Sentani, Kabupaten Jayapura mencapai 4.900 pelanggan. Namun, hampir setengah dari jumlah tersebut masih memiliki tunggakan pembayaran.
“Jumlah pelanggan sekitar 4.900, dan yang menunggak hampir setengahnya,” kata Nasrun di Sentani, Kabupaten Jayapura Papua, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, selain masalah tunggakan, pihaknya juga menghadapi persoalan sambungan ilegal yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Namun, pendekatan persuasif terus dilakukan agar masyarakat bersedia menjadi pelanggan resmi.
“Kami tetap mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar melakukan penyambungan secara resmi,” ujarnya.
Katanya, sebagai penyedia layanan air bersih, pihaknya berupaya tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, meski menghadapi berbagai kendala teknis dan nonteknis di lapangan.
Ia menyebut, masih ada wilayah di Sentani yang belum dapat terlayani secara optimal akibat persoalan akses dan wilayah, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan distribusi air bersih.
Sebelumnya, distribusi air bersih di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura terganggu selama beberapa hari, setelah PT Air Minum Jayapura atau AMJ Robongholo Nanwani Cabang Sentani menghentikan sementara produksi air akibat banjir dan tingginya tingkat kekeruhan air baku.
Kepala Cabang PT AMJ Sentani, Jumarlien Nova Ruamba mengatakan penghentian operasional dilakukan untuk menjaga kualitas air yang akan didistribusikan kepada masyarakat.
“Operasional kami hentikan sementara demi menjaga kualitas air. Kami menunggu hingga kondisi banjir surut dan air kembali normal sebelum distribusi dilanjutkan,” kata Jumarlien Ruamba, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di area intake instalasi pengolahan air.
Kondisi itu berdampak pada meningkatnya tingkat kekeruhan air baku secara signifikan sehingga tidak memenuhi standar untuk diproduksi dan disalurkan kepada pelanggan.
Menurutnya, tim teknis telah diturunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Namun hingga kini, tingkat kekeruhan air masih menjadi kendala utama dalam proses pengolahan.
“Bukan hanya banjir, tetapi kualitas air yang sangat keruh membuat kami belum bisa mengalirkan air ke pelanggan,” ujarnya.
Gangguan ini berdampak luas bagi pelanggan, khususnya di Distrik Sentani, yang tidak menerima suplai air selama dua hari terakhir.
Jumarlien mengakui kondisi tersebut kerap terjadi saat intensitas hujan meningkat, mengingat sistem intake yang masih terbuka dan rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
“Kami memang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat hujan tinggi, kekeruhan meningkat dan itu sangat mempengaruhi produksi air,” katanya.
PT AMJ menargetkan distribusi air dapat kembali normal secepatnya. Pengaliran air diupayakan dapat dilakukan pada sore hari, bergantung pada kondisi banjir dan kualitas air baku.
Pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan tersebut dan berharap pelanggan dapat memahami situasi yang terjadi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami juga berharap masyarakat dapat memahami kondisi cuaca yang sedang tidak menentu,” ujar Jumarlien.
Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari PT AMJ Cabang Sentani serta menyampaikan pengaduan langsung ke kantor agar dapat segera ditindaklanjuti.
sumber: Jubi











