RBN || India
Sedikitnya 25 orang, termasuk sejumlah wisatawan, tewas dalam kebakaran besar yang melanda sebuah klub malam populer di negara bagian Goa, India, pada Minggu (7/12). Peristiwa naas itu terjadi saat lewat tengah malam di kawasan Arpora, pusat hiburan malam di Goa Utara.
Kepala Menteri Goa, Pramod Sawant, menyebut mayoritas korban merupakan pekerja dapur klub, sementara tiga hingga empat di antaranya adalah turis. Enam orang lainnya mengalami luka-luka namun dilaporkan dalam kondisi stabil.
Laporan awal menyebut kebakaran dipicu oleh ledakan tabung gas. Api sudah berhasil dipadamkan dan seluruh jenazah telah dievakuasi, demikian laporan Press Trust of India mengutip keterangan kepolisian setempat.
Saat kebakaran terjadi, sekitar 100 orang sedang berada di lantai dansa. Kepanikan membuat banyak dari mereka melarikan diri ke dapur yang berada di lantai bawah dan akhirnya terjebak bersama para staf.
Klub malam tersebut terletak di area sempit dekat aliran sungai Arpora. Jalur masuk yang kecil membuat mobil pemadam harus berhenti 400 meter dari lokasi, sehingga upaya pemadaman terlambat dilakukan.
Menurut pejabat desa Roshan Redkar, bangunan klub ini sebelumnya telah menerima surat peringatan pembongkaran karena tidak memiliki izin konstruksi. Namun perintah itu kemudian dibatalkan oleh pejabat yang lebih tinggi.
Pemerintah negara bagian Goa telah memerintahkan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta memeriksa apakah pihak pengelola telah mematuhi aturan keselamatan dan standar bangunan.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa melalui unggahan di media sosial.
“Peristiwa ini sangat menyedihkan. Pemerintah negara bagian memberikan seluruh bantuan yang diperlukan bagi para korban,” tulisnya.
Insiden terkait ledakan tabung gas bukan hal baru di India. Kurangnya pengawasan dan penegakan regulasi keselamatan seringkali menjadi pemicu jatuhnya banyak korban dalam berbagai kecelakaan serupa.
Goa, yang dikenal sebagai destinasi wisata pantai paling populer di India, kini tengah berduka atas tragedi yang mencederai jantung industrinya: pariwisata dan hiburan.
Sumber: CNA











