RBN || Bogor
Aksi pencurian dengan modus tak biasa terjadi di kawasan perumahan mewah di Bogor. Sejumlah warga negara China nekat membobol rumah kosong dengan mengenakan topeng bergambar pesepakbola dunia, Lionel Messi, untuk menyamarkan identitas mereka. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga lebih dari Rp1 miliar.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Aji Riznaldi, mengungkapkan bahwa nilai kerugian korban sangat besar karena barang yang dicuri tergolong barang mewah.
“Kerugian yang dialami korban berkisar hampir lebih dari Rp1 miliar,” ujar Aji dalam konferensi pers pada Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, barang-barang yang digondol pelaku di antaranya emas logam mulia, perhiasan, jam tangan mewah, hingga uang tunai. Barang-barang tersebut diambil saat rumah dalam kondisi kosong karena ditinggal pemiliknya ke luar negeri.
Peristiwa pencurian bermula ketika para pelaku masuk ke dalam rumah mewah yang diketahui sedang tidak berpenghuni. Untuk menghindari identifikasi, para pelaku menggunakan topeng wajah Lionel Messi saat menjalankan aksinya, sehingga menyulitkan pelacakan melalui kamera pengawas (CCTV).
Aksi tersebut terungkap setelah pemilik rumah menerima notifikasi dari sistem keamanan rumah yang terhubung dengan telepon genggamnya. Menyadari adanya aktivitas mencurigakan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV serta mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi bahwa pelaku berjumlah empat orang. Dua di antaranya berhasil diamankan saat hendak melarikan diri ke luar negeri melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Sementara itu, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Polisi kini terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Selain itu, aparat juga menelusuri keberadaan barang hasil curian yang diduga telah berpindah tangan atau bahkan dibawa ke luar negeri.
Pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini menjadi perhatian karena selain nilai kerugiannya besar, modus yang digunakan tergolong unik dan terencana.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah yang sering ditinggal dalam waktu lama, untuk meningkatkan sistem keamanan, termasuk penggunaan CCTV dan pengawasan lingkungan.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berjalan guna memastikan seluruh pelaku dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Sumber: Detik News











