Tunggal Putra Malaysia Disorot Jelang Thomas Cup 2026, Ketergantungan pada Lee Zii Jia Dinilai Berisiko

  • Share
Tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia. (Foto: RICHARD A.BROOKS/AFP)

RBN || Jakarta

Performa sektor tunggal putra Malaysia menjadi sorotan menjelang ajang Thomas Cup 2026. Negara tersebut dinilai tidak bisa hanya mengandalkan Lee Zii Jia untuk meraih gelar, terutama setelah hasil kurang memuaskan di Kejuaraan Asia 2026 di Ningbo, China.

Dua tunggal putra Malaysia, Leong Jun Hao dan Justin Hoh, harus tersingkir lebih awal. Jun Hao yang berstatus sebagai tunggal nomor satu Malaysia tampil di bawah ekspektasi setelah kalah telak dari Jonatan Christie dengan skor 13-21, 8-21.

Sementara itu, Justin Hoh sempat memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya takluk dari Alwi Farhan dengan skor 19-21, 21-14, 18-21. Hasil tersebut semakin menegaskan rapuhnya sektor tunggal putra Malaysia menjelang kompetisi beregu bergengsi tersebut.

Kondisi ini membuat tekanan semakin besar bagi Lee Zii Jia, yang selama ini menjadi andalan utama. Padahal, Jun Hao dan Justin Hoh diharapkan mampu menjadi tulang punggung sebagai pemain tunggal pertama dan kedua.

Mantan pebulutangkis nasional Malaysia, Ong Ewe Hock, menilai bahwa kemampuan Leong Jun Hao masih belum berada di level elite dunia, meskipun saat ini ia berstatus sebagai pemain nomor satu Malaysia.

“Dia (Jun Hao) adalah pemain nomor 1 Malaysia karena dia memiliki peringkat tertinggi di antara pemain lokal, tetapi seperti yang Anda lihat, levelnya belum kelas dunia,” ujar Ewe Hock, dikutip dari The Star.

Ia menegaskan bahwa Malaysia tidak memiliki banyak pilihan selain tetap membawa Jun Hao ke Thomas Cup, meskipun peluangnya menghadapi pemain top dunia cukup berat.

“Kami tidak bisa mencoretnya, jadi dia tetap akan pergi ke Piala Thomas. Harapan saya adalah meskipun banyak yang memperkirakan dia akan kalah melawan pemain tunggal top negara lain, dia tetap bisa menunjukkan performa yang kuat,” tambahnya.

Ewe Hock juga mengingatkan pentingnya memaksimalkan potensi pemain yang ada saat ini. “Kita harus memanfaatkan apa yang kita miliki saat ini,” tegasnya.

Menjelang batas akhir pendaftaran skuad pada Jumat (10/4/2026), Leong Jun Hao dan Justin Hoh masing-masing menempati peringkat 23 dan 40 dunia. Selain itu, Aidil Sholeh Ali Sadikin yang berada di peringkat 46 dunia juga diperkirakan masuk dalam skuad bersama Lee Zii Jia, yang kini berada di peringkat 83 dunia setelah sempat dibayangi cedera.

Zii Jia sendiri telah kembali berlatih bersama tim nasional di Akademi Bulu Tangkis Malaysia, Bukit Kiara, pada Rabu (8/4/2026). Ia mengikuti sesi latihan bersama beberapa pemain, termasuk Aidil, Kong Wei Xiang, dan Eogene Ewe.

Tak hanya sektor tunggal, performa ganda putra Malaysia juga menjadi perhatian. Pasangan peringkat enam dunia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, harus tersingkir setelah kalah dari pasangan China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu.

Pasangan lainnya seperti Arif Junaidi/Roy King Yap dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin juga belum menunjukkan performa maksimal. Dari sektor ganda, hanya pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang tampil sesuai harapan setelah berhasil melaju ke perempat final Kejuaraan Asia 2026.

Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) sebelumnya telah menargetkan gelar juara pada Thomas Cup 2026 yang akan digelar di Horsens, Denmark. Malaysia berambisi mengakhiri penantian panjang selama 34 tahun sejak terakhir kali meraih gelar pada 1992 di Kuala Lumpur.

Dengan kondisi saat ini, tantangan besar menanti tim Malaysia untuk bisa bersaing di level tertinggi dan mewujudkan ambisi tersebut.

Sumber: BolaSport

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *