RBN || Jakarta
Perjalanan Toprak Razgatlioglu di ajang MotoGP mulai memperlihatkan perkembangan positif. Meski masih menghadapi tantangan besar dalam proses adaptasi, pebalap asal Turki tersebut dinilai mulai menemukan ritme balap yang sesuai dengan karakter motor MotoGP.
Bos Pramac Racing, Gino Borsoi, mengungkapkan bahwa Toprak kini perlahan mulai mengubah gaya membalapnya. Bahkan, berdasarkan data telemetry Yamaha, ia disebut mulai mengendarai motor dengan pendekatan yang mirip seperti Fabio Quartararo di beberapa tikungan.
Perkembangan tersebut muncul setelah akhir pekan yang cukup berat di MotoGP Catalunya. Permukaan lintasan yang licin membuat Toprak kesulitan menemukan performa terbaiknya. Ia harus memulai balapan dari posisi terakhir dan hanya mampu finis di depan wildcard Yamaha, Augusto Fernandez, pada Sprint Race.
Di balapan utama, Toprak sebenarnya sempat finis di posisi ke-15 dan meraih poin terakhir. Namun penalti tekanan ban membuat posisinya turun ke urutan ke-16 bersama rekan setimnya, Jack Miller.
Menurut Borsoi, kendala utama bukan karena kemampuan Toprak yang kurang kompetitif, melainkan karena ia masih terbiasa dengan gaya membalap khas Superbike World Championship. Karakter motor dan ban MotoGP yang lebih agresif menuntut pendekatan berbeda dibanding WorldSBK.
“Ia bukan membalap dengan buruk, tetapi masih membawa gaya Superbike. Di MotoGP, semuanya berbeda dan membutuhkan adaptasi besar,” ujar Borsoi.
Meski demikian, tim melihat sinyal positif dari perkembangan performa Toprak. Dalam beberapa sesi balapan di Catalunya, selisih waktunya dengan rombongan depan mulai menipis. Catatan lap terbaiknya bahkan hanya terpaut sekitar 0,630 detik dari pemenang balapan, Fabio Di Giannantonio.
Borsoi menilai proses adaptasi memang membutuhkan waktu dan pengorbanan. Seorang pebalap harus rela kehilangan waktu demi memahami karakter motor baru sebelum akhirnya mampu tampil kompetitif secara konsisten.
Kini, Toprak disebut mulai menjalani fase penting dalam kariernya di MotoGP. Jika proses adaptasi terus berkembang, bukan tidak mungkin mantan juara dunia WorldSBK itu akan menjadi salah satu penantang serius di kelas utama balap motor dunia pada musim-musim mendatang.
Sumber: detiksport











