RBN || Morowali Utara
PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), perusahaan pengolahan dan pemurnian nikel yang beroperasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, tengah melakukan penyesuaian tenaga kerja. Langkah tersebut dikabarkan dapat berdampak pada sekitar 1.900 karyawan.
Manajemen PT GNI menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi usaha, kemampuan keuangan, serta kebutuhan operasional saat ini.
“Perusahaan memahami bahwa setiap keputusan yang berkaitan dengan tenaga kerja memiliki dampak terhadap karyawan dan keluarganya, masyarakat sekitar serta semua pemangku kepentingan,” ujar Manajemen PT GNI, Kamis (13/8/2026).
Manajemen menegaskan, penyesuaian tenaga kerja menjadi pilihan terakhir setelah berbagai langkah efisiensi dilakukan untuk menekan beban operasional perusahaan.
“Oleh karena itu, perusahaan memandang langkah ini sebagai pilihan terakhir setelah terlebih dahulu mempertimbangkan dan melakukan berbagai upaya efisiensi di berbagai aspek operasional perusahaan,” terang Manajemen PT GNI.
Menurut perusahaan, kondisi keuangan menjadi salah satu faktor utama di balik kebijakan tersebut. PT GNI saat ini masih menghadapi tekanan keuangan yang cukup berat, salah satunya ditandai dengan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang masih berlangsung.
Situasi tersebut membuat ruang keuangan perusahaan menjadi terbatas, termasuk untuk membiayai kebutuhan operasional sehari-hari.
Di sisi lain, aktivitas produksi perusahaan juga mengalami penurunan. Dari tiga smelter yang dimiliki, dua di antaranya saat ini berhenti beroperasi. Perusahaan hanya mempertahankan satu smelter beserta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pendukungnya agar kegiatan usaha tetap berjalan.
Dalam kondisi tersebut, pengurangan biaya operasional dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan perusahaan. PT GNI menyebut langkah efisiensi dilakukan agar operasional tetap dapat dipertahankan sekaligus membuka peluang pemulihan usaha pada masa mendatang.
Biaya tenaga kerja menjadi salah satu komponen besar dalam pengeluaran operasional perusahaan. Karena kapasitas kegiatan usaha saat ini jauh lebih terbatas, jumlah karyawan dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kemampuan keuangan.
Sebelum mengambil keputusan terkait tenaga kerja, perusahaan mengaku telah melakukan sejumlah langkah penghematan. Di antaranya mengurangi biaya operasional di berbagai bidang, menghentikan sementara rekrutmen, mengurangi lembur, menyesuaikan jam kerja, hingga melakukan mutasi karyawan.
PT GNI saat ini memiliki sekitar 6.300 karyawan. Dengan operasional yang hanya berfokus pada satu smelter dan PLTU pendukung, perusahaan menilai penyesuaian jumlah pekerja menjadi langkah yang diperlukan.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, PT GNI kini menjalankan proses penyesuaian tenaga kerja untuk menyelaraskan jumlah karyawan dengan kebutuhan operasional dan kondisi keuangan perusahaan.
Langkah tersebut diambil di tengah upaya perusahaan mempertahankan kegiatan usaha di tengah tekanan finansial dan terbatasnya kapasitas produksi.
Sumber: CNBC











