RBN || Ukraina
Serangan udara terbaru Rusia kembali mengguncang sejumlah kota besar di Ukraina. Ibu kota Kyiv, serta kota Dnipro dan Odesa, dilaporkan mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air setelah dihantam gelombang drone dan rudal balistik pada Kamis (12/2/2026).
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyatakan serangan tersebut memutus pasokan listrik dan air di ribuan gedung apartemen. Sekitar 3.500 unit apartemen tidak dapat menyalakan sistem pemanas di tengah suhu musim dingin yang ekstrem. Kondisi ini memperburuk situasi warga yang sudah hampir tiga tahun hidup dalam bayang-bayang invasi Rusia sejak Februari 2022.
Perusahaan energi swasta DTEK melaporkan lebih dari 100.000 keluarga kini hidup tanpa listrik. Salah satu pembangkit listrik mereka disebut menjadi sasaran serangan, meski lokasi pastinya tidak diungkapkan.
Di Odesa, Gubernur wilayah setempat, Oleh Kiper, mengungkapkan gelombang kedua serangan pesawat nirawak merusak rumah warga, fasilitas industri, serta infrastruktur energi. Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba sebelumnya menyebut hampir 300.000 warga kekurangan air akibat serangan awal. Sekitar 200 bangunan di kota pelabuhan itu juga kehilangan akses pemanas.
Kepala administrasi militer setempat, Serhiy Lysak, melaporkan satu orang terluka setelah sebuah gedung apartemen rusak dan kebakaran melanda pasar kota. Di Dnipro, empat orang, termasuk seorang bayi dan anak berusia empat tahun, mengalami luka-luka.
Korban jiwa juga dilaporkan di pusat kereta api Lozova, wilayah Kharkiv timur laut. Dua orang tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan 24 rudal balistik, satu rudal jelajah, dan 219 drone sejak Rabu malam. Sebanyak 16 rudal dan 197 drone berhasil ditembak jatuh atau dinetralisir.
Rusia membantah menargetkan warga sipil. Namun, ribuan warga sipil telah tewas sejak invasi dimulai. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengecam serangan tersebut dan menilai langkah itu sebagai upaya merusak peluang perdamaian yang tengah diupayakan di tengah dinamika politik internasional.
Sumber: CNN Indonesia











