RBN || Jakarta
Warga di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur mengeluhkan kondisi tumpukan sampah yang menggunung hingga mencapai ketinggian sekitar dua meter dan belum diangkut dalam beberapa waktu sehingga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tumpukan sampah tersebut berada di Jalan Rawadas dan didominasi oleh sampah rumah tangga yang terus menumpuk akibat keterlambatan pengangkutan oleh petugas. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan aroma tidak sedap yang tercium hingga jarak cukup jauh, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan kesehatan warga sekitar yang harus menghadapi lingkungan kurang higienis setiap harinya.
Selain itu, keberadaan sampah yang meluber hingga ke badan jalan turut menghambat akses masyarakat serta berpotensi menimbulkan masalah lain, seperti berkembangnya lalat dan potensi penyakit. Warga setempat mengaku sudah berulang kali mengeluhkan kondisi ini, namun belum ada penanganan maksimal sehingga tumpukan sampah terus bertambah seiring aktivitas rumah tangga yang menghasilkan limbah setiap hari.
Permasalahan ini juga mencerminkan adanya kendala dalam sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut, baik dari segi pengangkutan maupun kapasitas tempat penampungan sementara yang tidak mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.
Di sisi lain, kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah agar segera mengambil langkah cepat dan efektif untuk mengatasi penumpukan sampah sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kesehatan lingkungan dan masyarakat. Penanganan yang lambat tidak hanya memperburuk kondisi fisik lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas hidup warga sekitar yang setiap hari harus menghadapi bau menyengat dan pemandangan yang tidak layak.
Warga setempat berharap adanya peningkatan frekuensi pengangkutan sampah, serta perbaikan sistem pengelolaan agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang karena persoalan sampah merupakan masalah mendasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan hidup masyarakat perkotaan secara umum.
Sumber: Tribunnews











