Romo Syafi’i Minta Satker Kemenag Bangun Zona Integritas WBK dengan Spirit Ibadah

  • Share
Wamenag Romo Syafii memberikan arahan kepada ASN BDK Semarang, (foto: Kemenag RI)

RBN || Semarang

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafii, meminta satuan kerja Kementerian Agama untuk membangun Zona Integritas tidak dalam kerangka pemenuhan persyaratan administratif, tapi melandaskan pada spirit ibadah. Dengan itu, setiap pelayanan berjalan secara bersih, akuntabel, dan transparan.

Pesan ini disampaikan Wamenag saat memberikan pembinaan kepada 84 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang. BDK Semarang adalah salah satu satuan kerja Kementerian Agama yang sudah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Bagi mereka yang telah menjual kebebasan mengatur diri dan hartanya kepada Allah, maka sejak itu dia berkomitmen untuk mengikuti aturan-aturan Allah. Orang ini tidak lagi melihat pekerjaannya dengan kontrak jasa ‘upah’, tetapi sebagai ibadahnya kepada Allah,” ujar Wamenag, Romo Syafii, mengutip salah satu pesan ayat Al-Qur’an saat memberikan pengarahan di Semarang, Jumat (3/7/2026).

Wamenag menjelaskan bahwa pemenuhan implementasi Zona Integritas tercapai secara penuh ketika aparatur negara mampu melaksanakan standardisasi tugas pelayanan publik secara mandiri tanpa harus bergantung pada pengawasan formal.

“Allah, Rasul, dan orang beriman akan melihat pekerjaan kita sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. Jika sudah mencapai itu, maka sudah memasuki Zona Integritas. Bagaimana ke depan kita bisa membangun spirit ibadah kepada teman-teman agar bisa melakukan pekerjaan tanpa diawasi, tetapi benar-benar dirasakan sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT,” lanjut Wamenag.

Wamenag juga meminta agar ASN Kemenag tidak terjebak dalam rutinitas yang monoton dan berani melakukan terobosan baru. Wamenag menilai bahwa masyarakat hari ini terus berkembang dan membutuhkan pelayanan yang serba cepat serta transparan.

“Saya ingin kita ada gerak maju, berani berpikir di luar kebiasaan (out of the box). Jangan sampai zaman sudah maju, kita masih jalan di tempat. Kalau kita meng-update diri, saya kira kehadiran kita tetap diharapkan oleh masyarakat,” tegas Romo Syafii.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag, Mohamad Ali Ramdani, menambahkan bahwa seluruh jajaran instruktur dan pegawai di BDK Semarang diwajibkan mempertahankan konsistensi performa organisasi demi pemenuhan hak-hak pelayanan publik.

“84 peserta ASN BDK Semarang, tolong jaga semangat,” tegas Ali Ramdani saat memberikan pengawalan teknis pada kegiatan tersebut.

Melalui penegasan komitmen integritas ini, BDK Semarang diposisikan sebagai unit kerja percontohan dalam pemenuhan target tahapan evaluasi menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kementerian Agama.

___________________________

sumber: Kemenag RI

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *