Protes Meluas di Iran, Ribuan Korban Dilaporkan Tewas di Tengah Kecaman Dunia

  • Share
Aksi protes antipemerintah berlangsung besar-besaran di Iran. (Foto: REUTERS/Stringer)

RBN || Iran

Iran kembali diguncang gelombang demonstrasi besar yang menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Seorang pejabat Iran menyebut sekitar 2.000 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian unjuk rasa yang melanda negara tersebut dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Iran menuding kelompok yang mereka sebut sebagai “teroris” bertanggung jawab atas kematian warga sipil dan personel keamanan.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya sorotan dan kecaman dari komunitas internasional. Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, menyatakan keterkejutannya atas meningkatnya kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran.

“Siklus kekerasan yang mengerikan ini tidak boleh terus berlanjut. Rakyat Iran dan tuntutan mereka atas keadilan, kesetaraan, dan kebenaran harus didengar,” ujar Türk dalam pernyataan resmi yang dibacakan juru bicara Kantor HAM PBB, Jeremy Laurence, Selasa (13/1).

Gelombang protes ini bermula pada 28 Desember lalu di kawasan Grand Bazaar, Teheran. Para pedagang dan pemilik toko turun ke jalan memprotes memburuknya kondisi ekonomi, dipicu anjloknya nilai tukar mata uang Rial Iran. Dalam waktu singkat, aksi tersebut menyebar ke berbagai kota dan berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, menantang pemerintahan teokratis yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Dalam beberapa hari terakhir, demonstrasi kerap diwarnai bentrokan dan kerusuhan. Kelompok pemantau HAM yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan sedikitnya 646 orang tewas akibat tindakan represif aparat. Jumlah itu mencakup 512 demonstran dan 134 anggota pasukan keamanan, serta lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.

HRANA juga mencatat lebih dari 10.700 orang ditangkap dalam dua pekan terakhir, dengan penahanan terjadi di ratusan lokasi di seluruh 31 provinsi Iran. Data HRANA dikenal luas karena akurasinya dalam melaporkan krisis serupa sebelumnya.

Di tengah situasi yang kian mencekam, seruan agar kekerasan dihentikan dan dialog dikedepankan terus menguat. Dunia menanti langkah nyata untuk memastikan keselamatan warga sipil dan masa depan Iran yang lebih adil dan damai.

Sumber: Detik.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *