Pelajar di Magelang Tewas Usai Terjatuh Saat Dikejar Klitih

  • Share
Pelajar di Magelang Tewas Usai Terjatuh Saat Dikejar Klitih
Pelajar di Magelang Tewas Usai Terjatuh Saat Dikejar Klitih

RBN || Magelang

Seorang pelajar berusia 14 tahun di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tewas tragis usai terjatuh dari motor saat diduga diserang oleh sekelompok pelaku klitih pada Jumat (7/11) sore.

Korban diketahui berinisial RMP (14), pelajar SMP asal Kecamatan Mertoyudan, yang saat itu berboncengan tiga bersama dua temannya, FKM (14) dan MFP (14). Ketiganya mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor AA 2779 AAB melintas di depan SMAN 1 Kota Mungkid, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurut keterangan kepolisian, mereka sempat berpapasan dengan kelompok orang tak dikenal yang juga mengendarai tiga hingga empat sepeda motor. Diduga kelompok tersebut adalah pelaku klitih yang kemudian berbalik arah dan mengejar para korban.

“Informasinya, tiga anak itu naik motor tanpa helm, melaju cukup kencang dari arah Sraten. Mereka berpapasan dengan sekelompok pelaku yang kemudian berbalik dan mengejar,” ujar Pejabat Sementara (PS) Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, Sabtu (8/11).

“Salah satu korban mengaku hampir dibacok, sabetan mengenai jaketnya. Diduga karena panik, mereka jatuh dan mengalami kecelakaan. Satu korban mengeluh pusing, satu tangannya patah, dan satu lagi mengalami luka lecet,” tambahnya.

Ketiga korban langsung dibawa oleh Polsek Mertoyudan ke RSUD Merah Putih Magelang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, RMP dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu pagi (8/11) akibat luka serius di kepala.

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan kamera CCTV di sekitar lokasi, sehingga keterangan dari saksi dan korban selamat menjadi bahan utama penyelidikan.

“Masih kami kembangkan, karena belum ada saksi yang melihat langsung kejadian. Di media sosial ramai disebut klitih, tapi kami belum bisa memastikan apakah benar murni klitih atau tawuran antar pelajar,” jelas Ipda Ady.

Sementara itu, Kapolsek Mertoyudan, AKP Aris Mulyono, memastikan insiden tersebut bukan tawuran antar pelajar.

“Bukan tawuran. Antara korban dan pelaku tidak saling kenal. Mereka panik saat berpapasan, lalu terjatuh dari motor,” ujarnya melalui pesan singkat.

Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap aksi kekerasan jalanan (klitih) yang melibatkan remaja. Warga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan memperketat patroli keamanan, terutama di sekitar kawasan sekolah dan jalur perlintasan pelajar.

Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, khususnya saat berkendara di sore atau malam hari.

Insiden tragis ini menjadi pengingat bahwa aksi ugal-ugalan dan kekerasan di jalan bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam nyawa generasi muda. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang di Magelang maupun daerah lain.

Sumber: detikjateng

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *