RBN || Washington D.C
Pasukan komando Amerika Serikat dikerahkan masuk jauh ke wilayah Iran untuk menyelamatkan pilot jet tempur F-15 yang jatuh di tengah konflik yang sedang berlangsung. Operasi ini dilaporkan oleh media-media Amerika Serikat pada Minggu, 5 April 2026 waktu setempat, beberapa jam setelah Presiden AS mengumumkan bahwa pilot tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Insiden ini bermula ketika Iran mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-15 milik AS, yang menjadi salah satu kejadian penting dalam eskalasi konflik kedua negara. Jet tersebut diketahui jatuh di wilayah Iran, sehingga memicu misi penyelamatan berisiko tinggi oleh militer AS untuk mengevakuasi awak pesawat yang terjebak di wilayah musuh.
Laporan media terkemuka Amerika Serikat, New York Times, yang mengutip seorang pejabat Washington yang tidak disebutkan namanya, menyebutkan bahwa Komando Navy SEAL Team 6 ditugaskan secara khusus untuk mengevakuasi pilot tersebut dari lokasi jatuhnya pesawat.
Operasi penyelamatan ini disebut sebagai salah satu misi paling berani dalam sejarah militer AS, karena dilakukan di wilayah musuh dengan ancaman tinggi dari pasukan Iran. Bahkan, misi tersebut melibatkan berbagai unsur militer elite dan dukungan udara untuk memastikan keberhasilan evakuasi.
Setelah melalui operasi yang kompleks dan penuh risiko, pilot akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat. Keberhasilan ini disebut menjadi bukti kemampuan militer AS dalam menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah konflik yang sangat berbahaya.
Sumber: Detik News











