Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026 Resmi Ditutup, Norwegia Juara Umum dan China Cetak Sejarah Baru

  • Share
Upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Arena Olimpiade Verona di Verona, Italia, 22 Februari 2026. (Xinhua/Sun Fei)

RBN || Milan

Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026 resmi berakhir pada Minggu (22/2/2026) setelah berlangsung selama 17 hari. Ajang olahraga musim dingin terbesar di dunia ini mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk rekor partisipasi atlet perempuan dan performa terbaik China dalam Olimpiade Musim Dingin yang digelar di luar negeri.

Upacara penutupan berlangsung di Verona Arena, Italia, yang merupakan situs bersejarah dan warisan dunia UNESCO. Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kirsty Coventry, dalam pidato penutupnya menekankan bahwa Olimpiade bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang persahabatan, respek, dan semangat kebersamaan.

Ia menyebut semangat Olimpiade tetap hidup melalui inspirasi yang diberikan para atlet kepada dunia, terutama bagi generasi muda untuk terus bermimpi dan berani mencapai prestasi.

Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026 dibuka pada 6 Februari dengan diikuti 2.880 atlet dari 93 negara. Beberapa negara, seperti Benin, Guinea-Bissau, dan Uni Emirat Arab, mencatat sejarah dengan tampil untuk pertama kalinya dalam Olimpiade Musim Dingin.

Para atlet bertanding dalam 116 nomor dari delapan cabang olahraga dan 16 disiplin. Salah satu pencapaian penting adalah tingginya partisipasi atlet perempuan yang mencapai 47 persen dari total peserta, angka tertinggi dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin.

Norwegia keluar sebagai juara umum dengan perolehan 18 medali emas, 12 perak, dan 11 perunggu. Amerika Serikat dan Belanda menyusul di posisi kedua dan ketiga, sementara tuan rumah Italia menempati posisi keempat dengan pencapaian terbaik sepanjang sejarah mereka, yaitu 10 emas, enam perak, dan 14 perunggu.

Salah satu bintang Olimpiade kali ini adalah atlet Norwegia Johannes Hoesflot Klaebo, yang mencetak sejarah dengan meraih enam medali emas dalam satu edisi Olimpiade Musim Dingin, semuanya dari cabang ski lintas alam. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu atlet paling sukses dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin.

China juga mencatat pencapaian bersejarah dengan mengirimkan 126 atlet, kontingen terbesar mereka dalam Olimpiade Musim Dingin di luar negeri. China berhasil meraih total 15 medali, terdiri dari lima emas, empat perak, dan enam perunggu, menyamai pencapaian mereka di Olimpiade Beijing 2022.

Salah satu momen penting bagi China terjadi di cabang seluncur cepat nomor 1.500 meter putra, ketika atlet Ning Zhongyan berhasil meraih medali emas dan memutus dominasi atlet Eropa dan Amerika Utara yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.

Olimpiade Milan–Cortina 2026 juga menjadi Olimpiade Musim Dingin dengan wilayah penyelenggaraan terluas, dengan lokasi pertandingan tersebar di empat klaster utama, yaitu Milan, Cortina, Valtellina, dan Val di Fiemme, yang mencakup wilayah lebih dari 22.000 kilometer persegi.

Meski mencatat hasil terbaik, pihak kontingen China menyatakan bahwa mereka masih perlu terus mengembangkan kemampuan untuk bersaing dengan negara-negara kuat dalam olahraga musim dingin.

Dengan berakhirnya Olimpiade ini, semangat kompetisi, persahabatan, dan prestasi diharapkan terus menjadi inspirasi bagi dunia, sekaligus menandai babak baru dalam perkembangan olahraga musim dingin global.

Sumber: Antara News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *