RBN || Nganjuk
Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, resmi dibuka dan diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi baru di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai keberadaan museum tersebut tidak hanya mengenang perjuangan Marsinah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Peresmian museum dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur Khofifah, Sabtu. Museum itu berdiri di samping rumah masa kecil Marsinah dan terintegrasi dengan kawasan ziarah yang dirancang sebagai pusat edukasi perjuangan hak asasi manusia sekaligus pengembangan wisata desa.
Khofifah mengatakan Desa Nglundo sebelumnya telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk pada 2026. Selain itu, masyarakat setempat juga telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengelola potensi wisata desa.
“Insya Allah, ini akan semakin menunjang museum ini dan menjadi amal jariyah Mbak Marsinah yang merupakan sosok Pahlawan Nasional Pejuang Buruh. Bahwa bahkan setelah tiada, beliau tetap membawa manfaat untuk masyarakat,” katanya di Nganjuk, Sabtu.
Menurut Khofifah, museum tersebut menyajikan dokumentasi lengkap tentang perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah sebagai aktivis buruh perempuan. Ia mengapresiasi konsep penataan museum yang dinilai modern dan informatif.
“Alhamdulillah, isinya bagus dan tertata indah dan rapi. Di dalam kita bisa melihat berbagai dokumentasi perjuangan Ibu Marsinah, baik foto, kliping koran asli juga pakaian yang dipakainya sebelum jasadnya ditemukan dan sebagainya,” kata dia.
Selain dokumentasi sejarah, museum juga menghadirkan diorama kondisi perjuangan buruh pada era 1990-an yang memberikan gambaran situasi sosial saat itu.
“Bahkan, museum beliau ini juga menampilkan diorama situasi yang dihadapi buruh tahun 1990-an. Jadi kita bisa napak tilas bagaimana perjuangan buruh saat itu,” ujar Khofifah.
Museum Marsinah dibangun menggunakan dana donasi para buruh dari seluruh Indonesia bersama dukungan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Pengelolaannya nanti berada di bawah Yayasan KSPSI dengan konsep yang disebut mengadopsi Museum Galeri Nasional Singapura.
Khofifah berharap keberanian dan perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak buruh dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Kita tentu berharap perjuangan, keberanian, dan kegigihan untuk menegakkan keadilan dari seorang Mbak Marsinah bisa menginspirasi lebih banyak orang. Dengan adanya Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Marsinah ini, insya Allah jejak beliau tidak akan pudar,” kata Khofifah.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut museum tersebut menjadi simbol perjuangan rakyat kecil dalam memperjuangkan keadilan.
“Ini peristiwa langka. Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang dan simbol dan tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang muda perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ujar Prabowo.
“Perjuangan tersebut adalah lambang dari perjuangan mereka yang berada di pihak yang lemah. Orang miskin yang tidak punya kekuasaan, yang tidak punya kekuatan,” imbuhnya.
Presiden juga menyinggung tragedi yang menimpa Marsinah sebagai pelajaran penting bagi bangsa agar nilai-nilai Pancasila benar-benar dijalankan dalam kehidupan bernegara.
“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita didirikan atas falsafah dasar Pancasila,” kata dia.
Prabowo menegaskan bahwa buruh dan nelayan merupakan bagian penting dari bangsa Indonesia, sedangkan pejabat negara hanyalah penerima mandat rakyat. Ia pun menyebut penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional menjadi salah satu langkah penghormatan atas perjuangannya.
Acara peresmian turut dihadiri Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Sekjen ITUC Shoya Yoshida, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, keluarga besar Marsinah, serta ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sumber: Antara News











