RBN || Jakarta
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho mengungkapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik di pelabuhan penyeberangan saat Lebaran 2026. Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah penerapan delay system guna mencegah penumpukan kendaraan menuju pelabuhan.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers persiapan mudik Lebaran di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). Menurut Agus, langkah ini menjadi penting terutama jika terjadi cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses penyeberangan kapal.
Ia mencontohkan potensi kepadatan yang dapat terjadi di jalur penyeberangan utama seperti Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Jika distribusi kendaraan melalui kapal terhenti hanya dalam waktu satu jam saja, antrean kendaraan dapat meningkat secara signifikan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Korps Lalu Lintas Polri bersama berbagai pemangku kepentingan telah menyiapkan skenario penanganan berdasarkan tiga kategori kondisi, yaitu situasi hijau (normal), kuning (padat), dan merah (darurat).
Dalam kondisi ekstrem, Korlantas juga telah menyiapkan rencana darurat yang mencakup rekayasa lalu lintas, pengaturan antrean kendaraan di tol, serta dukungan peralatan analisis kecelakaan lalu lintas.
Penerapan delay system dilakukan dengan memperlambat laju kendaraan menuju pelabuhan menggunakan rest area di sepanjang jalur tol menuju Merak sebagai titik penahanan sementara.
Tiga rest area disiapkan sebagai lokasi penampungan kendaraan, yakni Rest Area KM 68, KM 43, dan KM 13. Kendaraan dari arah Jakarta akan diarahkan berhenti sementara di rest area tersebut jika penyeberangan belum dapat dilakukan.
Jika kondisi semakin padat atau penyeberangan terhenti dalam waktu lama, Korlantas juga menyiapkan buffer zone di sejumlah titik sebagai area parkir sementara agar antrean kendaraan tidak meluas hingga ke jalan utama.
Irjen Agus menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya bergantung pada kepolisian, tetapi juga pada kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Pengamanan tersebut menjadi bagian dari Operasi Ketupat 2026 yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Menurutnya, operasi ini tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memastikan keamanan masyarakat selama momentum sosial dan spiritual Ramadan hingga Idul Fitri. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Sumber: Detik News











