Kenakalan Remaja: Antara Tuntutan Sosial dan Pencarian Identitas

  • Share
Ilustrasi kenakalan remaja dengan ikut aksi tawuran. (Google)
Ilustrasi kenakalan remaja dengan ikut aksi tawuran. (Google)

RBN || Jakarta

Kenakalan remaja merupakan fenomena yang sering kali menjadi perhatian publik, terutama dalam pergaulan anak muda di era digital ini. Dari bolos sekolah, tawuran, hingga penggunaan narkoba, perilaku-perilaku ini sering kali dianggap sebagai tindakan yang menggambarkan kekacauan moral dan ketidakpedulian terhadap norma-norma sosial. Namun, di balik kenakalan tersebut, ada berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku remaja, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Menurut psikolog remaja, Dr. Seto Mulyadi, “Kenakalan remaja adalah bentuk ekspresi pencarian identitas diri. Mereka mencoba berbagai hal untuk menemukan siapa mereka dalam lingkungan yang penuh tekanan dan ekspektasi.”

Penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja yang terjerumus dalam kenakalan karena kurangnya dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan sekitar. Di sisi lain, pengaruh teman sebaya juga sangat besar, di mana remaja cenderung mengikuti perilaku yang ada di kelompoknya.

Dari sisi sosial, tekanan untuk berhasil dalam pendidikan dan hidup yang penuh dengan tuntutan sering kali menjadi beban yang cukup berat bagi banyak remaja. Menurut pandangan sosiolog, Prof. Suharto,

“Rekan sebaya dan media sosial memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku remaja. Mereka sering merasa perlu menunjukkan eksistensinya melalui perilaku yang dapat menarik perhatian, bahkan jika itu berisiko.”

Media sosial, misalnya, bisa memperburuk kondisi ini dengan memberikan gambaran yang tidak realistis tentang kehidupan yang glamor dan sempurna.

Namun, tidak semua kenakalan remaja berujung pada tindakan yang merugikan. Banyak dari mereka yang mampu mengalihkan perhatian mereka ke dalam aktivitas yang lebih positif, seperti seni, olahraga, dan kegiatan sosial. Dengan dukungan yang tepat, kenakalan remaja bisa berubah menjadi potensi besar untuk masa depan mereka.

 

Referensi:

  1. Seto Mulyadi, Psikolog, “Kenakalan Remaja: Sebuah Tinjauan Psikologis”, 2023.
  2. Suharto, Prof. Sosiolog, “Tekanan Sosial dan Dampaknya pada Remaja”, Kompas, 2022.
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *