RBN || Jakarta
Kegagalan Timnas Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Hasan Salihamidzic yang menilai performa klub raksasa Juventus turut berkontribusi terhadap kegagalan tersebut.
Italia dipastikan tersingkir usai kalah dramatis dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti dengan skor 1-4 dalam laga playoff yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica. Sebelumnya, pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal.
Gli Azzurri sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun, Bosnia berhasil menyamakan kedudukan melalui Haris Tabakovic menjelang akhir pertandingan. Situasi semakin sulit bagi Italia setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah di babak pertama.
Pada babak adu penalti, dua algojo Italia, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal menjalankan tugasnya. Sebaliknya, seluruh penendang Bosnia sukses menaklukkan penjaga gawang Gianluigi Donnarumma.
Menanggapi hasil tersebut, Salihamidzic menyayangkan kegagalan Italia yang dinilai memiliki sejarah besar dalam sepak bola dunia. Ia menyoroti menurunnya kontribusi Juventus sebagai salah satu pilar utama tim nasional.
“Juventus adalah termometer sepak bola Italia. Ketika performa klub ini menurun, dampaknya terasa hingga ke tim nasional,” ujarnya.
Musim ini, Juventus hanya bertengger di papan atas namun belum mampu menunjukkan dominasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Minimnya kontribusi pemain klub tersebut di skuad asuhan Gennaro Gattuso juga menjadi perhatian. Dari sejumlah pemain yang dipanggil, hanya Manuel Locatelli yang mendapat kesempatan sebagai starter secara konsisten.
Kondisi ini menandai perubahan signifikan dalam struktur kekuatan Italia, yang sebelumnya dikenal bertumpu pada pemain-pemain dari Juventus. Kini, tantangan besar menanti untuk membangun kembali kejayaan sepak bola Italia di kancah internasional.
Sumber: Kompas.com











