RBN || Jakarta
Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian dunia dengan dipercaya menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) yang akan bertugas di Gaza, Palestina. Penunjukan tersebut diumumkan dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2) waktu setempat.
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam forum itu menegaskan kesiapan Indonesia mengirimkan prajurit TNI untuk mendukung stabilitas dan menjaga implementasi gencatan senjata di wilayah konflik Palestina–Israel.
“Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami siap berpartisipasi aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional guna memastikan perdamaian ini berhasil,” ujar Prabowo. Ia menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dilandasi prinsip politik luar negeri yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina serta perdamaian berkelanjutan.
Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, menyampaikan bahwa pasukan internasional tersebut akan berfokus pada stabilisasi keamanan dan pengawasan gencatan senjata, bukan konfrontasi. Kehadiran ISF diharapkan membuka ruang bagi pemerintahan sipil di Gaza untuk kembali berjalan serta mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
BoP merupakan inisiatif multilateral yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan resmi dibentuk pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss, di sela agenda World Economic Forum. Hingga kini, sedikitnya 26 negara telah bergabung, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Argentina, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Israel juga dilaporkan menjadi bagian dari forum tersebut.
Konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menimbulkan dampak kemanusiaan besar. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui OCHA mencatat puluhan ribu korban jiwa dan ratusan ribu korban luka di Gaza. Meski gencatan senjata dicapai pada Oktober 2025, situasi keamanan masih rapuh.
Di tengah tantangan tersebut, langkah Indonesia mengambil peran kepemimpinan dalam ISF menjadi simbol harapan—bahwa diplomasi, solidaritas, dan kerja sama internasional tetap menjadi jalan utama menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Sumber: CNN Indonesia











