Hongkong Diterjang Topan Ragasa

  • Share
Hongkong Diterjang Topan Ragasa
Hongkong Diterjang Topan Ragasa

RBN || Hongkong

Super Topan Ragasa menerjang Hongkong, disertai angin kencang dan hujan deras pada Rabu (24/9), membuat sebagian kota ditutup dan lebih dari 700 penerbangan dibatalkan.

Jalan-jalan sepi karena pihak berwenang menginstruksikan masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah sebab gelombang besar melanda sebagian garis pantai timur dan selatan pusat keuangan Asia tersebut.

Ragasa, yang membawa angin berkecepatan hingga 200 kilometer per jam (124 mph), akan berada paling dekat dengan kota dalam beberapa jam ke depan, melewati sekitar 100 km (60 mil) di selatan wilayah padat penduduk.

Topan dahsyat ini diperkirakan akan terus bertambah kuat saat mendekati pantai provinsi Guangdong di China, yang merupakan rumah bagi lebih dari 125 juta orang, dan diperkirakan akan menghantam daratan mulai tengah hari hingga Rabu malam.

Sebelumnya, Ragasa menerjang Filipina Utara pada hari Senin dan Taiwan pada hari Selasa.

Topan tersebut memicu kepanikan belanja minggu ini, dengan orang-orang membanjiri supermarket, meninggalkan sedikit barang di rak dan dalam beberapa kasus mengantre selama berjam-jam untuk membeli barang di tengah kekhawatiran bahwa toko-toko akan tutup selama dua hari.

Saat topan mendekat, warga menutup jendela mereka dengan selotip dengan harapan dapat meminimalkan bahaya dari pecahan kaca.

Hong Kong mengeluarkan sinyal topan 10, peringatan tertingginya, pada Rabu pagi, yang mendesak bisnis dan layanan transportasi untuk tutup.

Pihak berwenang juga mengeluarkan sinyal hujan badai Amber, dan memperkirakan hujan lebat akan terus berlanjut, dengan beberapa jalan sebagian sudah tergenang air, menurut South China Morning Post.

Pihak berwenang telah memperingatkan tentang naiknya permukaan air laut, dan mengatakan bahwa hal itu mungkin serupa dengan yang terjadi selama Topan Hato tahun 2017 dan Topan Mangkhut tahun 2018, yang keduanya menyebabkan kerugian miliaran dolar.

“Ketinggian air akan mencapai maksimum sekitar tengah hari (04.00 GMT), umumnya sekitar 4 meter (13 kaki),” kata Badan Observasi Hongkong.

Pemerintah mengatakan telah membuka 49 tempat penampungan sementara di berbagai distrik dan 727 orang telah mengungsi di tempat penampungan tersebut.

Bursa Efek Hong Kong akan tetap buka. Kebijakan berubah akhir tahun lalu untuk tetap beroperasi dalam kondisi apa pun.

Sementara, pihak berwenang Guangdong telah mengevakuasi lebih dari 770.000 orang, kata lembaga penyiaran negara CCTV.

Sumber: Reuters

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *