RBN || Jakarta
Hari ini, Rabu 3 September 2025, Indonesia kembali mengenang momen bersejarah lahirnya Palang Merah Indonesia (PMI). Tepat 80 tahun lalu, Presiden Soekarno memberi mandat agar bangsa ini memiliki lembaga kemanusiaan sendiri. Mandat itu kemudian diwujudkan oleh Drs. Mohammad Hatta, hingga berdirilah PMI pada 17 September 1945.
Delapan dekade berjalan, PMI bukan lagi sekadar organisasi sosial, tapi sudah menjadi simbol kepedulian yang nyata. Dari membantu korban gempa dan banjir, menyiapkan stok darah untuk pasien rumah sakit, sampai mengajak anak muda terlibat jadi relawan, semua itu adalah bukti kalau nilai kemanusiaan nggak pernah usang.
Tahun ini, peringatan Hari PMI mengusung tema “Kemanusiaan Tanpa Batas, Solidaritas Sepanjang Masa”. Pesan ini terasa dekat dengan generasi muda yang makin peka terhadap isu lingkungan, kesehatan mental, hingga aksi solidaritas digital.
“Solidaritas hari ini nggak selalu tentang turun langsung ke lapangan, tapi juga tentang gimana kita hadir di ruang-ruang sosial, berbagi informasi yang bermanfaat, dan tetap peduli dengan sekitar,” ungkap salah satu relawan muda PMI di Jakarta.
Dengan jaringan relawan terbesar di Indonesia, PMI membuktikan bahwa kepedulian bisa diwariskan lintas generasi. Hari PMI 2025 jadi pengingat: kita mungkin hidup di era serba digital, tapi rasa kemanusiaan tetap harus jadi prioritas utama.











