RBN || Jakarta
Prajurit TNI, Rico Pramudia, gugur saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi TNI dan seluruh bangsa Indonesia.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit terbaik tersebut. Ia juga memutuskan menaikkan pangkat Rico Pramudia dari sebelumnya Praka menjadi Kopda sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya selama bertugas.
“Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa, Kopda Rico Pramudia, dalam tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL di Lebanon,” demikian dikutip dari akun resmi Puspen TNI, Sabtu (25/4/2026).
Panglima TNI menegaskan bahwa pengabdian, keberanian, dan dedikasi almarhum menjadi teladan bagi seluruh prajurit TNI. Ia juga menyebut bahwa semangat Rico akan terus menjadi inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia.
“Gugurnya beliau adalah kehilangan besar, namun semangat juangnya akan terus hidup sebagai inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia,” lanjutnya.
Panglima TNI juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini.
Sementara itu, TNI saat ini tengah memproses pemulangan jenazah Kopda Rico Pramudia ke Indonesia. Proses administrasi dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan, termasuk memastikan pengawalan hingga jenazah tiba di tanah air untuk diserahkan kepada keluarga.
TNI juga memastikan seluruh prajurit yang bertugas di Lebanon tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) UNIFIL mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut masih dinamis.
Sumber: Liputan6











