RBN || Tangerang
Pemerintah Kota Tangerang bersama relawan menuangkan sekitar 1.500 liter ecoenzym atau larutan fermentasi bahan organik yang ramah lingkungan ke aliran Sungai Cisadane sebagai upaya menekan dampak pencemaran pestisida pascakebakaran gudang penyimpanan bahan kimia di Tangerang Selatan yang mengalir hingga puluhan kilometer dan menyebabkan kematian biota air serta gangguan kualitas air yang biasa dimanfaatkan warga.
Namun menurut peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional metode ini hanya bagian dari respons awal karena kontaminasi pestisida berpotensi menimbulkan efek jangka panjang seperti bioakumulasi dalam organisme air, risiko kesehatan kronis bagi manusia melalui konsumsi ikan tercemar atau kontak langsung dengan air, serta kontaminan yang tetap tersimpan di sedimen sungai meskipun permukaan tampak bersih, sehingga perlu pemantauan kualitas air terus-menerus, penutupan sementara intake air baku, edukasi masyarakat, serta langkah penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.
Sumber: Kompas.com











