RBN || Jakarta
Peran Indonesia di kancah internasional kembali mendapat sorotan positif seiring langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Prancis. Kunjungan ini dinilai sebagai upaya strategis Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai jembatan komunikasi global di tengah dinamika geopolitik dunia.
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Airlangga, Probo Darono Yakti, menilai Indonesia tengah memainkan peran sebagai bridge builder atau penghubung antara blok Barat dan non-Barat. Menurutnya, langkah Presiden mengunjungi dua kekuatan dunia dengan karakter geopolitik berbeda mencerminkan strategi diplomasi yang inklusif dan seimbang.
Rusia, yang memiliki kedekatan dengan negara-negara non-Barat, serta Prancis yang berperan penting dalam aliansi Barat seperti NATO dan Dewan Keamanan PBB, menjadi representasi penting dalam tatanan global pasca-Perang Dingin. Dalam konteks ini, Indonesia hadir sebagai mediator aktif yang mendorong dialog dan meredam potensi ketegangan antarblok.
“Kehadiran Indonesia di antara dua kekuatan ini menunjukkan komitmen untuk memediasi, memfasilitasi, dan menjaga komunikasi antarnegara,” ujar Probo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menyelesaikan agenda kenegaraan di Moskow, termasuk pertemuan selama lima jam dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama strategis, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral.
Setelah itu, Presiden melanjutkan kunjungannya ke Paris dan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral serta membuka peluang kerja sama di berbagai sektor yang berdampak langsung pada pembangunan nasional.
Langkah diplomasi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya aktif, tetapi juga konstruktif dalam membangun perdamaian dunia. Di tengah perbedaan kepentingan global, Indonesia menunjukkan bahwa dialog dan kerja sama tetap menjadi kunci utama menuju stabilitas dan kemajuan bersama.
Sumber: Antara News











