RBN || Jakarta
Media sosial umumnya menggunakan istilah narsisis sebagai kata kunci yang sedang populer. Kata ini menggambarkan masalah psikologis serius yang dimiliki seseorang. Seorang narsisis adalah individu yang lebih dari sekadar suka pamer dan pantas mendapatkan perhatian. Orang-orang ini perlu tampak superior dan arogan karena mereka lemah secara internal dan takut akan komentar negatif. Perilaku semacam ini sering menghancurkan karier, persahabatan, dan hubungan asmara.
Para narsisis percaya bahwa mereka istimewa dan dunia harus memperlakukan mereka sebagai orang-orang istimewa. Mereka ingin bergaul dengan orang-orang yang sesuai dengan gagasan mereka tentang keren. Mereka selalu haus akan perhatian dan selalu menginginkan lebih banyak lagi. Penampilan luar mereka tampak menawan dan menyenangkan, tetapi di dalam hati mereka hampa tanpa perasaan. Mereka menolak untuk merasakan penderitaan orang lain.
Orang-orang biasanya dipandang sebagai alat dalam beberapa hal. Mereka menggunakan orang lain untuk menghibur dan menghargai mereka, atau untuk memberi mereka nilai tertentu. Ketika dihadapkan dengan kritik, mereka tidak berbalik atau mengakui kesalahan mereka. Sebaliknya, mereka membuat orang tersebut gila.
Narsisis kemudian menyerang balik dalam upaya untuk menyinggung orang yang mengkritik mereka. Ini adalah pertahanan dasar yang bertujuan untuk melindungi diri dari luka yang ditimbulkan oleh pola pengasuhan yang ekstrem (terlalu banyak atau terlalu sedikit) atau orang tua yang kritis dan tidak perhatian. Harga diri yang sehat gagal berkembang dan perisai narsistik muncul. Perbedaan Antara Pamer dan Diagnosis Klinis.
Menyamakan tindakan egois ringan dengan NPD (Gangguan Kepribadian Narsistik) adalah tindakan yang tidak aman. Dalam lingkungan klinis, diagnosis NPD memerlukan evaluasi lengkap oleh profesional kesehatan mental yang memeriksa pola perilaku jangka panjang yang menyebabkan gangguan fungsional. Unsur-unsur keangkuhan, rasa berhak, dan kurangnya empati ini harus berkelanjutan dan harus menciptakan masalah di beberapa bidang kehidupan.
Ini bukan evaluasi moral atas kesalahan individu, tetapi diagnosis masalah kepribadian yang kompleks dan berlangsung lama. NPD diyakini berasal dari interaksi faktor genetik, neurobiologis, dan lingkungan. Meskipun tidak terlalu umum di kalangan masyarakat umum, NPD menghasilkan efek yang merusak dalam hubungan di tempat kerja dan di rumah, serta di mana pun ada manipulasi dan kontrol, dan konflik yang terus-menerus.
Oleh karena itu, ada kemungkinan. NPD adalah penyakit seumur hidup yang tidak dapat diobati dengan satu pil saja. Masalah utamanya adalah kurangnya wawasan dan sebagian besar individu tidak percaya bahwa merekalah masalahnya. Namun, jika individu bersedia melanjutkan terapi, maka psikoterapi jangka menengah hingga panjang dapat menjadi penting.
Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dan terapi psikodinamik digunakan untuk mendidik individu agar mengenali diri mereka sebagai manusia yang lebih nyata, untuk mendidik mereka agar merasakan perasaan orang lain, dan untuk mendidik mereka agar tulus dalam hubungan mereka. Obat-obatan dapat digunakan dalam jangka pendek untuk mengatasi tanda dan gejala lain, yaitu keputusasaan atau kecemasan, yang biasanya bermanifestasi sebagai kesombongan.
Orang dengan NPD harus menyadari bahwa orang lain tidak mencoba menghina mereka, tetapi perlu menetapkan batasan. Untuk mulai melindungi diri Anda dari bayangan gelap ilusi superioritas ini, Anda perlu memahami betapa rumitnya NPD. Jangan takut untuk mencari bantuan profesional ketika hubungan Anda penuh kekerasan, atau hubungan tersebut menguras emosi, dan Anda harus menjaga batasan yang jelas, serta mencari dukungan sosial yang kuat.











