BGN Perketat Standar, SPPG Bermasalah Diminta Ditutup Sementara

  • Share
Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva

RBN || Jakarta

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang dinilai tidak layak diminta untuk ditutup sementara hingga memenuhi standar yang ditetapkan.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pesan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden pada momentum Idul Fitri. Fokus utama adalah memastikan makanan yang disajikan kepada masyarakat aman, higienis, dan berkualitas.

“SPPG yang kurang memadai harus ditutup sementara dan segera ditingkatkan kualitasnya,” ujar Dadan, Senin (23/3).

Sebagai langkah konkret, BGN tengah membentuk tim pengawas khusus untuk memantau proses sertifikasi di seluruh SPPG. Pada tahap awal, pengawasan difokuskan pada tiga sertifikasi utama, yaitu:

• Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS)

• Sertifikat Halal

• Sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)

Ketiga sertifikasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjamin keamanan pangan, kebersihan, serta kualitas layanan gizi bagi masyarakat.

Dadan menegaskan bahwa setiap SPPG wajib memiliki ketiga sertifikasi tersebut sebagai syarat dasar operasional. Ke depan, pengawasan juga akan diperluas mencakup kualitas sumber daya manusia, mulai dari chef, penjamah makanan, hingga analisis lingkungan.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan standar layanan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi produk makanan, tetapi juga sistem dan tenaga kerja di baliknya.

Sambil menunggu terbentuknya lembaga akreditasi nasional untuk SPPG, BGN akan membentuk Tim Klasifikasi internal. Tim ini bertugas melakukan penilaian awal sekaligus mempersiapkan sistem akreditasi yang lebih terstruktur dan terintegrasi di masa depan.

Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan program pemenuhan gizi berjalan optimal, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko konsumsi makanan yang tidak layak.

Dengan langkah pengawasan yang semakin ketat, BGN berharap kualitas layanan gizi di Indonesia dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.

Sumber: Detik Health

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *