RBN || Jakarta
Konflik yang memanas antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel mulai mengguncang perdagangan otomotif global dengan menghentikan ekspor kendaraan bernilai miliaran dolar dari negara-negara Asia ke Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu pasar utama bagi produsen mobil kawasan.
Ketegangan militer yang berlangsung setidaknya selama sepekan membuat jalur perdagangan dan logistik di kawasan Teluk terganggu, sehingga banyak pengiriman kendaraan dari negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China tertunda atau dibatalkan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi industri otomotif karena Timur Tengah merupakan pasar pertumbuhan penting bagi produsen mobil Asia, sementara eskalasi konflik juga meningkatkan risiko gangguan perdagangan internasional yang lebih luas, termasuk pada rantai pasok global dan aktivitas ekspor impor di kawasan tersebut.
Sumber: SindoNews











