RBN || Pakistan
Sebuah serangan bom bunuh diri mengguncang ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Jumat (6/2/2026), menewaskan sedikitnya 31 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka. Ledakan yang terjadi di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra di daerah Tarlai ini merupakan serangan paling mematikan di Islamabad sejak pengeboman hotel Marriott pada tahun 2008.
Menurut sumber keamanan yang dilansir AFP, pelaku bom bunuh diri berhasil dihentikan di gerbang masjid sebelum akhirnya meledakkan diri. “Pelaku dihentikan di gerbang dan meledakkan dirinya,” ujar sumber tersebut.
Serangan ini terjadi pada saat salat Jumat, saat masjid dipenuhi oleh jamaah. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah di dalam masjid, dengan puing-puing berserakan di aula salat yang berkarpet merah. Beberapa jenazah dilaporkan tergeletak di dekat gerbang depan masjid.
Petugas medis dan warga sekitar segera memberikan pertolongan kepada korban yang terluka. Banyak dari mereka yang dilarikan ke Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences, beberapa di antaranya dibawa dengan tandu atau digotong. Beberapa korban juga terlihat dibawa dalam keadaan kritis, dengan pakaian bersimbah darah.
ISIS kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Kelompok teroris tersebut menyatakan bahwa seorang militan mereka yang meledakkan rompi peledaknya menargetkan jemaah masjid, menyebabkan banyak korban tewas dan luka-luka, menurut laporan dari SITE Intelligence Group.
Pihak berwenang setempat memperkirakan jumlah korban tewas akan terus bertambah, mengingat banyaknya orang yang masih dirawat di rumah sakit. Serangan ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di wilayah Pakistan, yang sering menjadi sasaran kelompok ekstremis.
Pemerintah Pakistan dan pihak berwenang setempat mengutuk keras serangan ini dan menjanjikan penyelidikan mendalam untuk menangkap pelaku serta pihak-pihak yang terlibat.
Sumber: CNN Indonesia











