PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih 2.0 Di Rembang, Perkuat Ekosistem Hidrogen Nasional

  • Share
Pengisian hidrogen ke mobil hidrogen di Hydrogen Refueling Station (HRS) 2.0 Merah Putih di Unit Pembangkitan (UP) Rembang, Jawa Tengah. Foto: beritajatim
Pengisian hidrogen ke mobil hidrogen di Hydrogen Refueling Station (HRS) 2.0 Merah Putih di Unit Pembangkitan (UP) Rembang, Jawa Tengah. Foto: beritajatim

RBN || Rembang

PT PLN Nusantara Power (PLN NP) resmi meresmikan Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 2.0 di Unit Pembangkitan (UP) Rembang, Jawa Tengah. Fasilitas ini menjadi stasiun pengisian bahan bakar hidrogen generasi kedua karya anak bangsa yang dirancang untuk mempercepat penguatan ekosistem hidrogen nasional dari hulu hingga hilir.

HRS Merah Putih 2.0 hadir dengan teknologi yang lebih maju dibandingkan generasi sebelumnya. Fasilitas ini dikembangkan berbasis riset internal PLN Nusantara Power dan berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Salah satu keunggulan utamanya adalah Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang telah mencapai minimal 60 persen, menandai semakin kuatnya kemandirian teknologi nasional di sektor energi baru dan terbarukan.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan peresmian HRS Merah Putih 2.0 merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Kami terus melahirkan inovasi yang langsung diterapkan di unit pembangkit. Tujuannya jelas, untuk mengakselerasi transisi energi menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Ruly dalam acara talkshow yang turut dihadiri perwakilan Kementerian ESDM, BRIN, dan Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE).

Pemilihan UP Rembang sebagai lokasi HRS bukan tanpa alasan. Selama ini, PLTU Rembang memiliki potensi excess hydrogen atau kelebihan hidrogen sebesar 7,5 ton per tahun dari total produksi 8,94 ton yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai pendingin generator.

Melalui HRS Merah Putih 2.0, kelebihan hidrogen tersebut kini dapat dikonversi menjadi bahan bakar bersih. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional pembangkit, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi alternatif untuk sektor transportasi dan industri.

Keberhasilan implementasi HRS di Rembang akan menjadi model pengembangan bagi unit pembangkit lainnya. PLN Nusantara Power berencana memperluas jaringan HRS secara bertahap di sejumlah titik strategis di Pulau Jawa, antara lain UP Indramayu, UP Tanjung Awar-awar, UP Gresik, UP Paiton, UP Muara Tawar, UP Pacitan, serta pembaruan HRS 1.0 di UP Muara Karang.

Dengan pengembangan jaringan hidrogen yang semakin luas, PLN Nusantara Power optimistis mampu membangun ekosistem energi hijau yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global, sekaligus memperkokoh ketahanan energi nasional di masa depan.

Sumber: beritajatim

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *