Sulsel Dorong Transformasi Transmigrasi: Dari Warisan Pembangunan ke Kolaborasi Terpadu

  • Share
Sulsel Dorong Transformasi Transmigrasi: Dari Warisan Pembangunan ke Kolaborasi Terpadu
Sulsel Dorong Transformasi Transmigrasi: Dari Warisan Pembangunan ke Kolaborasi Terpadu

RBN || Makassar

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, membuka Rapat Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi (KIPT) yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel di Aula kantor Disnakertrans.

Dalam arahannya, Jufri menjelaskan bahwa program transmigrasi di Sulawesi Selatan telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan daerah. Sejak dilaksanakan pada tahun 1969, program ini telah memberi banyak hasil nyata bagi masyarakat. Sejumlah kawasan transmigrasi berkembang menjadi desa definitif dan pusat ekonomi baru di wilayahnya.

Salah satu kawasan yang berhasil tumbuh pesat adalah UPT Malili SP 1 di Kabupaten Luwu Timur, yang kini menjadi bagian dari kawasan perkotaan. Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pernah menerima penghargaan Transmigrasi Award tahun 2013 sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan program transmigrasi di daerah.

Saat ini, berdasarkan RPJMN 2025–2029, terdapat sepuluh kawasan transmigrasi di Sulawesi Selatan yang menjadi prioritas pengembangan. Jufri menyebut, tantangan pembangunan di sektor transmigrasi kini bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga koordinasi antarinstansi.

Ia menilai masih terdapat ego sektoral yang menyebabkan program pembangunan berjalan sendiri-sendiri. Untuk memperkuat kerja sama lintas lembaga, Pemerintah Provinsi telah membentuk Tim KIPT melalui Keputusan Gubernur Sulsel Nomor 568/V/Tahun 2025 yang berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Jufri juga menyampaikan pentingnya mendukung arah kebijakan nasional melalui konsep Transformasi Transmigrasi (5T), yaitu Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong. Ia berharap pendekatan ini dapat memperkuat sinergi antara masyarakat transmigran dan penduduk lokal agar keduanya menjadi bagian dari sasaran utama program pembangunan daerah.

Menurut Jufri, keberhasilan penyelenggaraan transmigrasi tidak hanya ditentukan oleh Disnakertrans, tetapi oleh kemampuan seluruh sektor untuk bekerja sama secara terpadu. Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk memperkuat kebersamaan dalam mewujudkan transmigrasi yang berkelanjutan.

“Dengan kerja sama yang baik dan semangat gotong royong, kita bisa membangun kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, dan menyejahterakan,” ujarnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *