RBN || Washington DC
Amerika Serikat mengirim kapal induk USS George H.W. Bush ke Laut Arab untuk mendukung keamanan di kawasan Timur Tengah. Pengiriman ini dilakukan setelah muncul kekhawatiran terkait kondisi dan lamanya penugasan awak kapal USS Abraham Lincoln.
Foto yang diunggah Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) di media sosial X pada Minggu (16/8/2026) memperlihatkan sejumlah jet tempur lepas landas dari geladak USS George H.W. Bush.
USS George H.W. Bush merupakan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz yang menjadi bagian dari armada Angkatan Laut AS di kawasan Timur Tengah selama konflik dengan Iran.
Sementara itu, USS Abraham Lincoln telah berada di laut selama sekitar sembilan bulan. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari California pada November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan, sebelum dialihkan ke Timur Tengah menjelang serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya membenarkan bahwa USS Abraham Lincoln akan segera digantikan kapal induk lain. Penggantian dilakukan di tengah kebuntuan AS dan Iran terkait kendali atas Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
Kondisi awak USS Abraham Lincoln turut menjadi perhatian setelah sejumlah kerabat personel mengungkap kondisi kehidupan yang disebut memburuk. Terdapat pula laporan mengenai beberapa upaya bunuh diri. Sejumlah politikus Partai Demokrat kemudian mendesak penyelidikan atas situasi tersebut.
Sumber: Detik News











