RBN || Jakarta
Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan adanya kekhawatiran sejumlah investor terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hashim mengatakan, kekhawatiran tersebut disampaikan sejumlah kenalannya yang memiliki investasi di Indonesia. Mereka berasal dari Tiongkok, Hong Kong, hingga komunitas Indonesia di Amerika Serikat.
“Saya mendengar beberapa waktu ini dari kawan-kawan saya dari Tiongkok, dari Hong Kong, kawan-kawan saya orang Jawa di Amerika yang juga punya investasi di tanah air, di Indonesia, seolah-olah ini ada suatu kecemasan, sesuatu kekhawatiran di antara investor dari Tiongkok juga dari komunitas Jawa bahwa pemerintah Prabowo dan Gibran tidak bersahabat atau tidak pro pengusaha,” ujar Hashim saat menghadiri pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah INTI periode 2026-2030 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Meski demikian, Hashim menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dari masyarakat dan pelaku usaha terkait kebijakan yang dijalankan.
Menurutnya, kritik merupakan hal yang baik selama disampaikan secara konstruktif. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi kekerasan maupun tindakan yang mengancam stabilitas nasional.
Hashim juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Menurutnya, berbagai latar belakang suku dan keturunan merupakan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.
Ia menilai persatuan penting untuk menciptakan kehidupan yang rukun sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat dan kemajuan dunia usaha.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum INTI Indra Wahidin menyampaikan sejumlah agenda organisasi untuk periode 2026-2030, termasuk program di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hukum, dan kebangsaan.
Program tersebut antara lain Beasiswa Pelangi INTI, Program Magang Berbayar, Imlek Fair, UMKM Fair, rencana pembentukan INTI Koperasi, serta Young Entrepreneur Council untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam bidang kewirausahaan.
Sumber: Kompas.com











