Pramono Anung Tegaskan Taman Ismail Marzuki Kembali Menjadi Rumah Kreativitas Seniman

  • Share
Gubernur DKI Pramono Anung. (Foto: Brigitta Belia/detikcom)

RBN || Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk mengembalikan fungsi Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai ruang berkarya dan berekspresi bagi para seniman. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan 100 tahun kelahiran mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Menurut Pramono, warisan terbesar Ali Sadikin bukan hanya pembangunan berbagai ikon ibu kota, seperti Ancol dan Ragunan, melainkan juga keberhasilannya membangun fondasi kebudayaan melalui kehadiran TIM sebagai pusat seni dan kreativitas.

Sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono mengaku menjadikan revitalisasi hubungan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan pengelola TIM sebagai salah satu prioritas. Ia menyebut komunikasi yang sebelumnya kurang harmonis kini telah berjalan jauh lebih baik.

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah menghidupkan kembali Planetarium Jakarta. Kehadiran fasilitas tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, bahkan hampir setiap hari dipadati pengunjung yang ingin menikmati pengalaman edukasi astronomi.

Pramono menegaskan bahwa kawasan TIM harus dikelola sebagai ruang budaya yang berpihak kepada para seniman, bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi. Menurutnya, seni dan budaya membutuhkan pendekatan yang lebih humanis karena karakter dunia seni tidak selalu sejalan dengan pola birokrasi maupun bisnis.

Selain memperkuat ekosistem seni, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melakukan pembenahan sejumlah fasilitas di kawasan TIM agar semakin nyaman dan mampu mendukung aktivitas para pelaku seni serta masyarakat.

Bagi Pramono, keberadaan Taman Ismail Marzuki menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada identitas budaya. Ia berharap TIM kembali menjadi ruang terbuka yang mendorong lahirnya karya-karya kreatif, mempertemukan seniman dengan masyarakat, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kebudayaan Indonesia.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *