China Resmikan Laboratorium Chip Fotonik, Bidik Lompatan Besar Teknologi AI Masa Depan

  • Share
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

RBN || Shanghai

China kembali memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi global dengan meresmikan Shanghai Key Laboratory of Integrated Photonic Computing Chips and Systems, sebuah laboratorium riset yang berfokus pada pengembangan komputasi fotonik di Shanghai Jiao Tong University.

Fasilitas tersebut akan menjadi pusat kolaborasi antara akademisi dan pelaku industri untuk mengembangkan berbagai teknologi pendukung komputasi berbasis cahaya, mulai dari chip fotonik, komponen optik, arsitektur komputasi, hingga perangkat lunak sistem.

Peresmian laboratorium ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan daya komputasi akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Semakin kompleksnya model AI membuat kebutuhan energi pusat data terus meningkat sehingga mendorong pencarian teknologi yang lebih efisien dibandingkan semikonduktor konvensional.

Berbeda dengan chip tradisional yang memanfaatkan aliran elektron untuk mengirim dan memproses data, chip fotonik menggunakan foton atau partikel cahaya. Teknologi tersebut diyakini mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan yang lebih tinggi, bandwidth lebih besar, serta konsumsi energi yang lebih rendah karena menghasilkan panas jauh lebih sedikit.

Direktur laboratorium sekaligus profesor di Shanghai Jiao Tong University, Zou Weiwen, menilai komputasi fotonik akan menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan teknologi komputasi generasi berikutnya.

“(Komputasi fotonik) menawarkan keunggulan dalam bandwidth, latensi dan efisiensi energi,” ujar Weiwen.

Laboratorium ini merupakan hasil kerja sama Shanghai Jiao Tong University dengan Lightelligence, perusahaan rintisan berbasis di Shanghai yang berfokus pada pengembangan komputasi fotonik.

Ke depan, fasilitas tersebut akan mengembangkan berbagai bidang strategis, seperti arsitektur chip fotonik, integrasi silikon-fotonik, perangkat optik, algoritma pendukung, hingga mendorong penerapan komersial teknologi tersebut.

Lightelligence sendiri sebelumnya mengklaim sebagai perusahaan pertama yang berhasil mengimplementasikan sistem komputasi hibrida optik-elektronik dalam skala besar, sebuah pencapaian yang dinilai dapat mempercepat pengembangan teknologi AI berperforma tinggi dengan konsumsi energi yang lebih efisien.

Sumber: Kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *