Dua Badai Tropis Terjang Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan dan Ribuan Warga Diminta Mengungsi

  • Share
Papan penerbangan terlihat di Terminal Internasional Bandara Haneda setelah penerbangan dibatalkan akibat badai tropis. (Foto: Andrew CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

RBN || Osaka

Jepang diterjang dua badai tropis secara bersamaan pada Jumat (26/6/2026), memicu gangguan besar pada sektor transportasi, aktivitas industri, hingga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Dampak paling terasa terjadi di sektor penerbangan. Dua maskapai terbesar Jepang, Japan Airlines dan All Nippon Airways (ANA), membatalkan total 120 penerbangan dari dan menuju wilayah Okinawa serta Kagoshima di bagian selatan negara tersebut. Japan Airlines menghentikan 70 penerbangan, sementara ANA membatalkan 50 penerbangan.

Salah satu badai yang melanda adalah Badai Tropis Mekkhala, yang sebelumnya berstatus topan sebelum kekuatannya melemah. Meski demikian, badai tersebut masih membawa embusan angin hingga 144 kilometer per jam disertai hujan lebat yang mengguyur wilayah selatan dan barat Jepang.

Berdasarkan laporan AFP, Mekkhala diperkirakan bergerak melintasi Pulau Kyushu dan Shikoku sepanjang akhir pekan. Pada saat bersamaan, badai tersebut berpotensi berinteraksi dengan Badai Tropis Higos yang berada di kawasan Samudra Pasifik.

Pertemuan kedua sistem cuaca itu dikhawatirkan memicu fenomena atmosfer Fujiwhara, yaitu kondisi ketika dua badai saling memengaruhi lintasan dan kekuatannya sehingga membuat pergerakan keduanya menjadi lebih sulit diprediksi.

Mengantisipasi dampak yang lebih luas, pemerintah setempat di Kyoto mengimbau ribuan warga untuk mengungsi karena meningkatnya potensi tanah longsor. Sementara itu, otoritas di Kyoto dan Osaka juga memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan banjir menyusul naiknya debit air di sejumlah sungai utama.

Cuaca ekstrem turut mengganggu aktivitas industri. Produsen otomotif Toyota menghentikan sementara operasional salah satu pabriknya di Kyushu setelah akses jalan ditutup akibat hujan deras. Nissan juga mengumumkan rencana penghentian sementara sejumlah jalur produksinya, sebagaimana dilaporkan Kyodo News.

Selain itu, militer Jepang membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey menuju Pulau Miyako. Penerbangan tersebut sedianya menjadi bagian dari latihan militer gabungan Jepang dan Amerika Serikat, namun ditunda karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Sumber: Liputan6

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *