RBN || Jakarta
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara bekerja sama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara menggelar pemeriksaan kesehatan kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) di Kantor Wali Kota setempat.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menargetkan 100 peserta yang terdiri atas pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), Tim Penggerak PKK, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta masyarakat umum di wilayah Jakarta Utara.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasi Hutapea mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi melalui deteksi dini kanker.
“Layanan kesehatan yang diberikan meliputi skrining kanker leher rahim menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) serta pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) yang didukung fasilitas unit mobil mamografi,” ujarnya, Rabu (24/6).
Murniasi menjelaskan, deteksi dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan apabila ditemukan indikasi penyakit sejak tahap awal. Untuk itu, kaum perempuan diajak untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan terdekat.
Ia mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan pemeriksaan yang disediakan, mengingat biaya mamografi secara mandiri di rumah sakit relatif tinggi.
“Tidak perlu takut untuk memeriksakan kesehatan sejak dini karena hal itu sangat penting bagi diri sendiri. Melalui deteksi dini, peluang kesembuhan akan jauh lebih besar,” terangnya.
Kepala Bidang Unit Mobil Mamografi YKPI, Linda Sugeng menambahkan, kolaborasi serupa secara rutin dilaksanakan di lima wilayah kota di DKI Jakarta.
“Dalam kegiatan kali ini, kami mengoperasikan unit mobil mamografi terbaru yang merupakan hibah dari Pertamina,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan mobil mamografi tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya perempuan yang membutuhkan pemeriksaan kanker payudara.
“Mobil ini merupakan satu-satunya unit layanan mamografi bergerak di Indonesia yang berfungsi untuk mendeteksi dini kanker payudara. Kami ingin para ibu lebih peduli terhadap kesehatan karena ketika seorang ibu sakit, seluruh keluarga akan merasakan dampaknya,” bebernya.
Linda memaparkan, rendahnya tingkat pemahaman masyarakat serta rasa takut terhadap prosedur pemeriksaan masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan skrining kanker payudara.
“Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa mamografi tidak menimbulkan rasa sakit. Jangan menunggu hingga kondisi sudah parah karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pegawai Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Utara, Dina mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan gratis tersebut.
Akses pemeriksaan mamografi tanpa biaya dapat meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini.
“Layanan ini sangat baik dan membantu kaum perempuan, terlebih karena disediakan secara gratis. Saya sendiri rutin melakukan pemeriksaan setidaknya satu kali dalam setahun karena deteksi dini sangat diperlukan,” tandasnya.
_________________________
sumber: berita jakarta











