Kopi Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp66 Miliar di Pameran Internasional Bangkok

  • Share
Pameran World of Coffee Bangkok 2026. (Foto: Kemendag)

RBN || Bangkok

Produk kopi Indonesia mencatat capaian membanggakan di ajang World of Coffee Bangkok 2026. Melalui partisipasi dalam pameran internasional tersebut, kopi Tanah Air berhasil membukukan potensi transaksi sebesar 3,89 juta dolar AS atau sekitar Rp66 miliar.

Nilai tersebut berasal dari komitmen pembelian sebanyak 337 ton kopi yang dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) dengan 60 calon pembeli potensial dari berbagai negara.

Atase Perdagangan RI di Bangkok, Rafika Arfani, mengatakan tingginya minat pasar internasional terhadap kopi Indonesia terlihat dari banyaknya kesepakatan bisnis yang tercipta selama pameran berlangsung.

“Antusiasme pengunjung terhadap kopi Indonesia sangat tinggi, tercermin dari banyaknya komitmen bisnis yang berhasil dihimpun selama penyelenggaraan pameran,” ujar Rafika dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Para calon pembeli yang menyatakan minat berasal dari sejumlah negara, antara lain Thailand, Belanda, Korea Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Oman, India, Brunei Darussalam, Filipina, Finlandia, dan Taiwan.

Rafika menjelaskan, proses keikutsertaan pelaku usaha Indonesia dalam pameran tersebut tidak lepas dari berbagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk memasukkan sampel kopi ke Thailand. Prosedur itu mencakup perizinan dari Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand, Kementerian Perdagangan Thailand, Food and Drug Administration (FDA), hingga otoritas Bea dan Cukai setempat.

Sebanyak 20 pelaku usaha kopi dari berbagai daerah sentra produksi di Indonesia turut ambil bagian dalam pameran tersebut. Mereka berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, menilai peluang ekspor kopi Indonesia ke Negeri Gajah Putih masih sangat besar. Menurutnya, konsumsi kopi masyarakat Thailand mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

“Kondisi tersebut menjadikan Thailand sebagai pasar yang sangat prospektif bagi kopi Indonesia untuk memperluas penetrasi ekspor dan memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara,” kata Hari.

Ia menyebut konsumsi kopi di Thailand meningkat hampir dua kali lipat, dari sekitar 180 cangkir menjadi 340 cangkir per kapita per tahun. Di sisi lain, produksi kopi domestik Thailand yang hanya mencapai sekitar 15.600 ton per tahun belum mampu memenuhi kebutuhan nasional yang melebihi 90.000 ton per tahun.

Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi kopi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat daya saing produk kopi nasional di tingkat global.

Sumber: Antara News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *