RBN || Solo
Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, masyarakat diimbau lebih berhati-hati terhadap munculnya sejumlah situs yang mengatasnamakan Pemerintah Kota Solo. Situs-situs tersebut diduga tidak terhubung dengan sistem resmi penerimaan peserta didik dan berpotensi digunakan untuk praktik penipuan maupun pengumpulan data pribadi secara ilegal.
Salah satu situs yang menjadi perhatian adalah spmbsolo.com. Keberadaan situs tersebut menimbulkan kekhawatiran karena dapat menyesatkan calon peserta didik dan orang tua yang tengah mencari informasi terkait proses pendaftaran sekolah.
Dinas Pendidikan Kota Solo meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap laman yang menawarkan layanan pendaftaran di luar portal resmi milik pemerintah. Orang tua murid diingatkan untuk selalu memastikan alamat situs yang diakses sebelum memasukkan data pribadi maupun melakukan proses pendaftaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyatno, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai beredarnya sejumlah situs yang mengatasnamakan proses penerimaan murid baru di Kota Solo.
Sebelumnya, masyarakat juga sempat dihebohkan dengan kemunculan situs beralamat spmb.smpn1surakarta.id yang diduga memberikan kesan seolah-olah membuka pendaftaran secara mandiri dengan mekanisme tertentu.
“Ada upaya scamming. Sebenarnya sudah sejak kemarin. Terakhir sebelum PPDB mulai SMPN 1. Seakan-akan membuka pendaftaran dengan biaya. Padahal di SPMB atau PPDB prosesnya jadi satu semua sekolah baik SMP, SD maupun PAUD satu portal,” ungkap Dwi saat dihubungi, Jumat (5/6/2026).
Menurut Dwi, masyarakat dapat membedakan situs resmi dan tidak resmi dengan memeriksa alamat domain yang digunakan. Ia menegaskan seluruh layanan digital yang dikelola Pemerintah Kota Solo menggunakan domain resmi pemerintah dengan akhiran surakarta.go.id.
Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti dan tidak mudah tergiur oleh informasi yang beredar di internet maupun media sosial terkait pendaftaran sekolah. Langkah tersebut penting untuk menghindari risiko penipuan, penyalahgunaan data pribadi, hingga kerugian finansial.
Dinas Pendidikan Kota Solo juga mengimbau orang tua dan calon peserta didik untuk selalu mengakses informasi SPMB melalui kanal resmi pemerintah serta segera melaporkan apabila menemukan situs atau informasi mencurigakan yang mengatasnamakan program penerimaan murid baru.
Sumber: Tribunnews











