RBN || Gaza
Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) mendesak komunitas internasional dan badan sepak bola dunia untuk mengambil langkah tegas setelah dua pesepak bola putri Palestina ditahan oleh otoritas Israel dalam beberapa hari terakhir.
Kedua atlet tersebut adalah pemain tim nasional putri Palestina, Rand Al-Halawani, dan mantan pemain timnas, Natalie Abu Diya. PFA menilai penahanan itu bukan kasus yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari tekanan yang terus dialami atlet Palestina di tengah konflik yang berkepanjangan.
Berdasarkan laporan Anadolu Agency, otoritas Israel memperpanjang masa penahanan Al-Halawani hingga Jumat (5/6/2026). Sebelumnya, ia dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di kantor polisi Talpiot, Yerusalem Barat.
Sementara itu, Natalie Abu Diya yang juga merupakan mahasiswi Universitas Birzeit ditangkap sehari sebelumnya setelah aparat Israel melakukan penggerebekan di kediamannya.
Juru Bicara PFA, Dima Yousef, mengatakan hingga saat ini federasi belum memperoleh penjelasan resmi mengenai alasan penahanan kedua atlet tersebut. Ia menyebut proses pemeriksaan masih berlangsung.
“Penangkapan Rand Al-Halawani dan Natalie Abu Diya bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari penargetan sistematis terhadap atlet Palestina,” kata Yousef.
Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan regulasi FIFA serta prinsip-prinsip perlindungan terhadap atlet yang seharusnya dijunjung tinggi oleh komunitas olahraga internasional.
Karena itu, PFA mendesak adanya respons konkret dari berbagai pihak, termasuk FIFA dan organisasi internasional lainnya.
“Kami menuntut tindakan internasional yang nyata dan akuntabilitas terhadap otoritas Israel yang bertanggung jawab atas penahanan dua pemain tersebut,” ujar Yousef.
Ia juga menilai minimnya respons dunia internasional selama ini justru membuat berbagai pelanggaran terhadap atlet Palestina terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
Sebagai langkah lanjutan, PFA berencana membawa kasus tersebut ke ranah internasional. Federasi akan memasukkan peristiwa itu ke dalam dokumen pelanggaran yang akan diajukan ke Court of Arbitration for Sport (CAS).
Kasus penahanan dua pesepak bola putri tersebut menambah panjang daftar tantangan yang dihadapi dunia olahraga Palestina. Selain penahanan atlet, berbagai persoalan lain seperti pembatasan mobilitas, kerusakan fasilitas olahraga, hingga hambatan mengikuti kompetisi internasional masih menjadi kendala yang terus dihadapi para atlet di wilayah tersebut.
Sumber: SindoNews











