Usulan Pembatasan Pemain Asing di V-League Ancam Jam Bermain Megawati Hangestri

  • Share
Foto: Instagram/@megawatihangestrip

RBN || Jakarta

Peluang Megawati Hangestri Pertiwi tampil penuh bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate di Liga Voli Korea Selatan musim 2026-2027 terancam berkurang. Hal itu menyusul munculnya usulan perubahan regulasi pemain asing yang kini tengah dipertimbangkan federasi bola voli Korea Selatan (KOVO).

Wacana tersebut pertama kali disampaikan pelatih Timnas Voli Putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun. Ia mengusulkan pembatasan penampilan pemain asing pada kompetisi musim depan demi memberi lebih banyak kesempatan bermain kepada pemain lokal.

Usulan itu muncul setelah performa Timnas Voli Putri Korea Selatan dinilai menurun, terutama sejak terdegradasi dari ajang Volleyball Nations League 2025.

Cha menilai ketergantungan klub-klub V-League terhadap pemain asing memberi dampak negatif terhadap perkembangan atlet lokal, khususnya di posisi opposite hitter dan outside hitter yang selama ini banyak ditempati pemain impor, termasuk Megawati.

Berdasarkan laporan media Korea Selatan SportsSeoul, Rabu (27/5/2026), Cha mengusulkan agar pemain asing tidak dimainkan pada putaran keempat hingga keenam fase reguler. Mereka baru bisa kembali tampil saat playoff hingga grand final.

Liga Voli Putri Korea Selatan sendiri menggunakan format enam putaran dengan total 36 pertandingan musim reguler. Jika aturan itu diterapkan, maka para pemain asing berpotensi kehilangan sekitar 18 pertandingan.

Namun, KOVO disebut belum mengambil keputusan final. Federasi dikabarkan masih mempertimbangkan dampak finansial terhadap klub apabila pemain asing lebih banyak berada di bangku cadangan.

Selain itu, kualitas kompetisi juga dikhawatirkan menurun jika klub tidak lagi diperkuat pemain asing dalam jumlah pertandingan yang cukup banyak.

Sebagai alternatif, KOVO disebut tengah mengkaji opsi lain, seperti menambah jumlah pertandingan musim reguler serta menerapkan sistem rotasi pemain agar atlet lokal tetap memperoleh menit bermain lebih banyak tanpa harus memangkas penampilan pemain asing.

Langkah tersebut dinilai sebagai jalan tengah untuk memenuhi kebutuhan tim nasional sekaligus menjaga kualitas kompetisi dan kepentingan klub.

Meski demikian, apabila perubahan regulasi benar-benar diterapkan, kebijakan tersebut diperkirakan baru berlaku setelah musim 2026-2027 selesai karena berkaitan dengan kontrak dan hak siar televisi kompetisi.

Sumber: Okezone

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *