RBN || Pemalang
Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Jawa Tengah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pemalang tetap berjalan sebagaimana mestinya. Penegasan ini disampaikan setelah munculnya informasi viral di media sosial yang menyebut seorang siswa dikeluarkan dari sekolah karena mengkritik program tersebut.
Koordinator Regional BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, siswa yang disebut dalam isu tersebut hingga kini masih aktif mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Kejadian di SDN 01 Banjaranyar mengenai siswa yang dikeluarkan karena kritis terhadap MBG itu tidak benar. Hingga saat ini, tidak ada siswa yang dikeluarkan. Siswa tersebut masih berstatus peserta didik,” ujar Reza dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Reza menjelaskan, persoalan yang sempat mencuat berawal dari adanya perbedaan pemahaman antara pihak orang tua dan pelaksana program terkait teknis pembagian makanan, termasuk persoalan porsi dan penggunaan anggaran pada periode tertentu. Informasi yang berkembang kemudian memicu persepsi yang keliru di masyarakat.
“Informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Tidak ada siswa yang dikeluarkan dari sekolah. Siswa yang dimaksud masih aktif bersekolah dan persoalan sudah diselesaikan melalui komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua,” katanya.
Pihak sekolah bersama instansi terkait disebut telah melakukan klarifikasi serta pendampingan kepada keluarga siswa guna menyelesaikan persoalan secara baik. Langkah tersebut dilakukan agar kesalahpahaman tidak semakin meluas dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG, terutama menyangkut kualitas layanan dan distribusi makanan bagi para penerima manfaat. Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu program agar berjalan lebih optimal.
Sebelumnya, isu mengenai dugaan siswa dikeluarkan dari sekolah karena menyampaikan kritik terhadap MBG ramai diperbincangkan di media sosial. Namun setelah dilakukan penelusuran, persoalan tersebut diketahui dipicu oleh miskomunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Hingga saat ini, program MBG di Kabupaten Pemalang tetap berlangsung dan telah menjangkau ribuan siswa penerima manfaat. BGN menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan agar program berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sumber: iNews











