Waketum PSI Bro Ron Dipukuli di Menteng, Dua Pelaku Diamankan Polisi

  • Share
Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga. (Foto: Kompas.com)

RBN || Jakarta

Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga atau yang dikenal sebagai Bro Ron, menjadi korban pemukulan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam, 4 Mei 2026, dan kini telah ditangani aparat kepolisian.

Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan aksi pemukulan terhadap Ronald viral di media sosial pada Selasa, 5 Mei 2026. Video tersebut diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melalui akun Instagram resminya.

Dalam unggahan tersebut, terlihat Ronald mengalami tindakan kekerasan fisik oleh dua pria saat berada di sebuah lokasi di kawasan Menteng. Video yang beredar kemudian memicu perhatian publik dan menuai beragam respons dari masyarakat.

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula ketika Ronald mendampingi sejumlah karyawan sebuah perusahaan dalam agenda pertemuan di kantor firma hukum di kawasan Menteng.

Pertemuan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan tertentu yang tengah dihadapi pihak perusahaan. Namun, situasi di lokasi berubah memanas setelah terjadi perdebatan antara Ronald dengan dua pria yang berada di tempat tersebut.

Adu argumen yang semula berlangsung secara verbal kemudian berujung pada tindakan fisik. Dua pria tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap Ronald hingga menimbulkan kericuhan di lokasi kejadian.

Setelah kejadian, korban melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian. Aparat yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian.

Polisi kemudian berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan tersebut. Keduanya saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif dan peran masing-masing dalam kejadian itu.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap peristiwa, termasuk latar belakang konflik yang memicu terjadinya kekerasan.

Kasus pemukulan terhadap tokoh politik ini menjadi sorotan publik, terlebih karena terjadi di ruang profesional dan terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Aparat menegaskan proses hukum akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan konflik melalui jalur hukum dan dialog, bukan melalui tindakan kekerasan.

Sumber: Kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *