TikTok Go by Tokopedia Resmi Meluncur, Ubah Konten Kuliner Jadi Transaksi Nyata

  • Share
Ilustrasi TikTok Go by Tokopedia. (Foto: KOMPAS.com/Galuh Putri Riyanto)

RBN || Jakarta

Kebiasaan pengguna yang menemukan rekomendasi makanan lewat video kini dimanfaatkan TikTok melalui layanan terbarunya, TikTok Go by Tokopedia. Fitur ini resmi diperkenalkan di Indonesia pada Rabu (29/4/2026) dalam ajang Partner Summit perdana yang mempertemukan pelaku bisnis dine-in, kreator, dan mitra.

Melalui TikTok Go, platform video pendek tersebut bertransformasi menjadi semacam “katalog rasa”. Pengguna dapat menemukan rekomendasi tempat makan dari konten video, lalu langsung mengakses informasi lengkap seperti lokasi, menu, hingga voucher diskon dalam satu alur yang terintegrasi.

Berdasarkan pantauan KompasTekno, fitur ini sebenarnya sudah mulai diuji sejak akhir 2024. Namun, integrasi yang lebih matang dengan Tokopedia baru diperkenalkan secara resmi pada akhir April 2026.

Alur penggunaan TikTok Go dirancang sederhana: dari menonton konten, mengklik tag lokasi, membeli voucher, hingga datang langsung ke tempat untuk menukarkan voucher tersebut. Sistem ini tidak hanya memudahkan pengguna, tetapi juga membuka peluang monetisasi baru bagi kreator.

Kreator dapat mengakses fitur ini melalui menu TikTok Studio, lalu membuat konten ulasan atau pengalaman saat mengunjungi tempat tertentu, seperti restoran, kafe, atau tempat jajanan. Dalam video, kreator bisa menambahkan tag lokasi yang terhubung dengan merchant.

Saat penonton mengklik tag tersebut, mereka akan diarahkan ke halaman khusus berisi alamat, ulasan, daftar menu, hingga voucher yang bisa dibeli. Jika terjadi pembelian dari video tersebut, kreator akan memperoleh komisi.

Dengan skema ini, konten tidak lagi berhenti pada rekomendasi, tetapi mampu mendorong transaksi dan kunjungan langsung ke lokasi.

Untuk bergabung, kreator harus memenuhi sejumlah syarat, seperti memiliki akun profesional atau bisnis, berusia minimal 18 tahun, memiliki setidaknya 1.000 pengikut, serta tidak melanggar pedoman komunitas TikTok.

Setelah memenuhi kriteria, kreator dapat mengakses katalog merchant yang mencakup berbagai kategori, mulai dari kuliner hingga hiburan keluarga. Mereka juga dapat melihat potensi komisi sebelum menentukan lokasi yang akan dipromosikan.

Di sisi lain, pelaku usaha dine-in mendapat manfaat dari peningkatan kunjungan pelanggan. TikTok mencatat, pesanan harian merchant dalam ekosistem ini meningkat lebih dari 20 kali lipat sepanjang 2025.

Bagi pengguna, pengalaman mencari tempat makan atau nongkrong menjadi lebih praktis karena tidak perlu berpindah aplikasi. Selain itu, TikTok juga menghadirkan fitur “Buy with Ease, Refund Anytime” yang memungkinkan voucher dikembalikan secara otomatis jika tidak digunakan.

“Ke depannya, kami ingin TikTok Go by Tokopedia tidak hanya menjadi platform discovery, tetapi juga menjadi platform yang tepercaya bagi pengguna sekaligus pendorong pertumbuhan bagi bisnis lokal,” kata William Panjaitan, Lead of Key Dine-in Merchant TikTok Go by Tokopedia.

“Dengan menghubungkan kreator, merchant, dan komunitas, kami percaya dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan di Indonesia,” lanjut dia, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi TikTok.

Ke depan, TikTok Go by Tokopedia menargetkan pemberdayaan puluhan ribu bisnis dine-in melalui berbagai inisiatif sepanjang 2026, termasuk kebijakan insentif, pelatihan digital, serta dukungan promosi.

Merchant yang bergabung juga akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari subsidi produk, peningkatan visibilitas di platform, hingga peluang kolaborasi dengan kreator untuk memproduksi konten langsung di lokasi usaha.

Sumber: Kompas

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *